Militer Myanmar Bebaskan 23 Ribu Tahanan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 13:04 WIB
Jakarta -

Junta militer Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada hari Sabtu (17/4) di bawah amnesti Tahun Baru. Namun tidak diketahui pasti apakah ada aktivis yang dibebaskan terkait demo antikudeta.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (18/4/2021) Sabtu lalu adalah hari pertama Tahun Baru tradisional di Myanmar. Aktivis pro-demokrasi menyerukan pembatalan perayaan tahun ini dan sebaliknya meminta orang-orang fokus pada kampanye untuk memulihkan demokrasi di Myanmar.

"Para tahanan ini kebanyakan dari sebelum 1 Februari tetapi ada juga beberapa yang dipenjara setelahnya," kata juru bicara Departemen Penjara Kyaw Tun Oo kepada Reuters melalui telepon.

Saat ditanya apakah ada dari yang dibebaskan berkaitan dengan protes antikudeta, Kyaw Tun Oo mengatakan tidak memiliki rincian terkait amnesti tersebut.

Menurut Asosiasi untuk Tahanan Politik (AAPP) meski militer membebaskan ribuan tahanan, mereka masih mencari 832 orang dengan surat perintah sehubungan dengan protes antikudeta.

Sekitar 200 orang public figure, termasuk beberapa selebritas internet, aktor dan penyanyi yang menentang kudeta, dicari dengan tuduhan mendorong perbedaan pendapat. Mereka terancam dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Dilaporkan media lokal The Irrawaddy, dua orang public figure yang dicari, pasangan suami istri sutradara Christina Kyi dan aktor Zenn Kyi, ditahan di bandara Yangon pada Sabtu (17/4) saat mencoba pergi ke Bangkok, Thailand.

Pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing akan menghadiri pertemuan khusus para pemimpin negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) minggu depan di Jakarta. Ini akan menjadi perjalanan resmi pertama pemimpin kudeta itu sejak militer Myanmar menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

"Beberapa pemimpin telah mengkonfirmasi kehadiran mereka termasuk MAH Myanmar (Min Aung Hlaing)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat dalam pesan kepada wartawan.

Pertemuan blok 10 negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) itu diharapkan dapat mengatasi krisis yang sedang berlangsung di Myanmar pascakudeta. Pertemuan itu akan dilaksanakan pada 24 April di Jakarta.

(izt/knv)