Australia Catat Kematian Pertama karena Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 12:56 WIB

"Berdasarkan temuan ilmiah, penilaian kami secara keseluruhan adalah ada risiko nyata efek samping yang parah terkait dengan penggunaan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca," kata Soren Brostrom, direktur umum Otoritas Kesehatan Denmark, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Channel News Asia.

"Karena itu kami memilih untuk melanjutkan program vaksinasi untuk semua kelompok sasaran tanpa vaksin ini," ujarnya lagi.

Denmark adalah negara pertama yang menangguhkan penggunaan semua vaksin AstraZeneca pada bulan Maret lalu karena masalah keamanan dan diikuti oleh beberapa negara Eropa lainnya, beberapa di antaranya telah mulai menggunakan kembali vaksin AstraZeneca dalam program imunisasi COVID-19.

Komite keamanan European Medicines Agency (EMA) beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa pembekuan darah yang tidak biasa dengan trombosit darah rendah harus terdaftar sebagai efek samping yang sangat langka dari vaksin AstraZeneca, tetapi tetap merekomendasikan penggunaannya karena manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan negara-negara untuk terus menggunakan vaksin AstraZeneca.

Halaman

(ita/ita)