Penembakan Massal di Indianapolis, Biden Perintahkan Bendera Setengah Tiang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 11:46 WIB
Joe Biden (Brendan Smialowski/AFP/Getty Images)
Presiden AS Joe Biden (Foto: Brendan Smialowski/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih dan gedung-gedung publik lainnya usai penembakan massal terbaru yang mengguncang negara itu. Penembakan brutal di fasilitas gudang perusahaan pengiriman FedEx di kota Indianapolis itu menewaskan delapan orang.

Pelakunya, seorang mantan karyawan FedEx, menembak mati delapan orang dan melukai beberapa orang lainnya sebelum akhirnya bunuh diri.

Belum diketahui motif penembakan massal ini. Namun, sebuah organisasi Sikh mengatakan bahwa empat dari korban tewas adalah anggota komunitas Sikh Asia Selatan.

Penembakan massal pada Kamis (15/4) malam waktu setempat itu terjadi seminggu setelah Presiden Joe Biden menyebut kekerasan senjata AS sebagai "epidemi" dan menimbulkan "rasa malu internasional".

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/4/2021), dalam pernyataan pada Jumat (16/4) waktu setempat usai penembakan di Indianapolis, Biden mengatakan "kita harus bertindak" untuk mengakhiri momok kekerasan yang menewaskan terlalu banyak orang Amerika.

"Itu menodai karakter kita dan menembus jiwa bangsa kami," kata Biden.

Polisi di Indiana, ibu kota Indianapolis, mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Brandon Hole yang berusia 19 tahun.

Simak Video: Penembakan di Amerika Serikat, 8 Orang Tewas di Indianapolis

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2