Prancis Imbau Seluruh Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 16:47 WIB
Penangkapan Pemimpin Partai Islam Picu Protes di Pakistan
Ilustrasi (dok. DW News)
Islamabad -

Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis di Pakistan mengimbau seluruh warga negara Prancis untuk meninggalkan negara tersebut. Imbauan ini dirilis setelah digelarnya aksi protes anti-Prancis yang melumpuhkan sebagian besar Pakistan, pekan ini.

"Karena adanya ancaman serius terhadap kepentingan Prancis di Pakistan, warga negara Prancis dan perusahaan-perusahaan Prancis disarankan untuk meninggalkan negara tersebut sementara waktu," demikian pernyataan Kedubes Prancis dalam email kepada warga Prancis, seperti dilansir AFP, Kamis (15/4/2021).

"Keberangkatan akan dilakukan dengan maskapai komersial yang sudah ada," imbuh pernyataan tersebut.

Sentimen anti-Prancis meluas selama berbulan-bulan di Pakistan sejak pemerintah Presiden Emmanuel Macron menyatakan dukungan terhadap hak majalah satire Charlie Hebdo untuk merilis ulang karikatur Nabi Muhammad yang menuai protes dari umat Muslim sedunia.

Pada Rabu (14/4) waktu setempat, pemerintah Pakistan melarang sebuah partai politik ekstremis yang ketuanya menyerukan pengusiran Duta Besar Prancis.

Saad Rizvi selaku Ketua Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) ditahan beberapa jam setelah melontarkan seruan itu. Penahanan Rizvi membuat ribuan pendukungnya turun ke jalanan di berbagai kota di Pakistan untuk menyampaikan protes.

Bentrokan dengan polisi pun tak terhindarkan dan dua polisi dilaporkan tewas. Meriam air, gas air mata dan peluru karet digunakan polisi untuk memukul mundur massa pendukung TLP.

Pada November tahun lalu, para pendukung TLP melumpuhkan ibu kota Islamabad selama tiga hari dengan menggelar serentetan unjuk rasa anti-Prancis.

Simak video 'Prancis Perluas Kebijakan Lockdown ke Seluruh Wilayah':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)