Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang, Netanyahu Terkejut

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 11:23 WIB
File - In this Sunday, Dec. 29, 2019 file photo, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting at his office in Jerusalem. Netanyahu said Monday that he would seek immunity from corruption charges, likely delaying any trial until after March elections, when he hopes to have a majority coalition that will shield him from prosecution. (Abir Sultan /Pool photo via AP, File)
Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool photo via AP, File)

Laporan menyebut bahwa Saidian dinyatakan menyandang disabilitas sebagian karena menderita PTSD terkait tugasnya selama perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza tahun 2014 lalu. Sekitar 2.250 warga Palestina tewas dalam perang tahun 2014, dengan sebagian besar warga sipil. Dari kubu Israel, sedikitnya 74 orang tewas dengan sebagian besar merupakan tentara.

Aksi Saidian membakar diri ini terjadi menjelang hari peringatan untuk tentara yang gugur dalam perang dan korban serangan di Israel. Hal ini memicu kontroversi terkait sistem pendukung untuk para tentara yang terluka atau mengalami masalah psikologis, yang seringkali dianggap tidak efisien dan terlaku birokratis.

"Dia melihat hal-hal mengerikan dan tidak ada yang merawatnya," tutur saudara Saidian, Avi, kepada wartawan setempat.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan 'penyelidikan menyeluruh untuk mencari tahu penyebab dari peristiwa tragis ini'. Dia juga berjanji untuk 'secara substansial meningkatkan perawatan bagi para tentara yang mengalami pasca-trauma'.

Diketahui bahwa tugas militer diwajibkan bagi setiap warga Israel yang berusia 18 tahun. Wanita akan menjalani wajib militer selama dua tahun, sedangkan pria akan menjalani wajib militer selama 2,5 tahun.

Halaman

(nvc/ita)