Round-Up

Kesalahan Fatal Polisi AS Bikin Nyawa Pemuda Kulit Hitam Melayang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 04:27 WIB
Penembakan Daunte Wright: Polisi AS klaim
Penembakan Daunte Wright memicu protes warga Minneapolis (dok. BBC World)

Jam Malam Diberlakukan

Insiden penembakan terhadap Wright memicu aksi protes selama dua hari berturut-turut di Minneapolis. Tak hanya itu, jam malam juga diberlakukan mulai Senin (12/4).

Otoritas kota Minneapolis yang ada di negara bagian Minnesota mengumumkan jam malam mulai pukul 19.00 hingga pukul 06.00 waktu setempat. Jam malam berlaku untuk Minneapolis dan wilayah pinggiran di sekitarnya termasuk Brooklyn Center yang menjadi lokasi penembakan fatal itu.

Pada Senin (12/4) malam, sebelum pukul 21.00 waktu setempat, hampir dua jam setelah jam malam diberlakukan, puluhan pengunjuk rasa terus meneriakkan slogan-slogan protes di depan kantor polisi di Brooklyn Center.

Para pengunjuk rasa mencemooh polisi melalui pagar kawat yang baru dipasang di sekitar lokasi, dan membawa poster bertuliskan "Penjarakan semua polisi pembunuh rasis," "Apakah saya selanjutnya?" dan "Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian."

Pembunuhan Wright memicu protes semalam di Brooklyn Center dan penjarahan sebuah pusat perbelanjaan setempat.

Pada konferensi pers yang sama, Wali Kota Brooklyn Center, Mike Elliott, mengatakan dia akan melakukan segala upaya untuk "memastikan keadilan ditegakkan untuk Daunte Wright".

"Hati kami sakit sekarang, kami merasa sakit. Kami menyadari ini tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk. Ini terjadi pada saat semua komunitas kita, seluruh Amerika, bahkan seluruh dunia menonton," katanya.

Halaman

(izt/nvc)