Australia Laporkan Kasus Pembekuan Darah Kedua Usai Divaksin AstraZeneca

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 14:55 WIB
Jerman, Indonesia dan Beberapa Negara Eropa Ikut Tangguhkan Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi (dok. DW News)
Canberra -

Otoritas Australia melaporkan bahwa satu orang lagi didiagnosis mengalami pembekuan darah setelah menerima suntikan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca. Kasus pembekuan darah pertama dilaporkan di Melbourne pada awal bulan ini.

Seperti dilansir Reuters dan ABC, Selasa (13/4/2021), kasus pembekuan darah kedua ini dialami seorang wanita berusia 40-an tahun yang disuntik vaksin AstraZeneca di Australia Barat.

Regulator obat-obatan dan terapi Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA), dalam pernyataannya menyebut wanita itu kini tengah menerima perawatan medis di rumah sakit setempat dan kondisinya stabil.

Disebutkan bahwa panel pakar TGA menggelar rapat semalam dan mendapati kasus pembekuan darah itu mirip dengan kasus-kasus di Eropa dan Inggris, karena mencakup pembekuan darah signifikan di pembuluh darah dan jumlah trombositnya rendah.

TGA menilai kasus pembekuan darah kedua ini kemungkinan ada kaitannya dengan vaksin yang diterimanya.

Kekhawatiran soal kasus semacam ini membuat pemerintah federal Australia, pekan lalu, merevisi penggunaan vaksin AstraZeneca. Vaksin Pfizer-BioNTech kini menjadi vaksin yang direkomendasikan untuk warga Australia yang berusia 50 tahun ke bawah.

Namun demikian, otoritas Australia menegaskan vaksin AstraZeneca masih aman untuk digunakan.

Selanjutnya
Halaman
1 2