Corona Tertinggi Kedua Dunia, Jutaan Warga India Hadiri Festival Keagamaan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 17:36 WIB
Hindu devotees gather on the banks of the Ganges River on the day of Shahi Snan (Royal Bath) during the ongoing religious Kumbh Mela festival, in Haridwar on April 12, 2021. (Photo by Money SHARMA / AFP)
Warga India berkumpul di tepi Sungai Gangga dalam rangka festival keagamaan Kumb Mela (AFP/MONEY SHARMA)
New Delhi -

Jutaan warga India diperkirakan akan menghadiri festival keagamaan Kumbh Mela yang dimulai awal pekan ini di Sungai Gangga, meskipun negara ini baru saja menggeser Brasil sebagai negara dengan total kasus virus Corona (COVID-19) tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Senin (12/4/2021), India juga mencetak rekor kasus harian tertinggi pada Senin (12/4) waktu setempat, dengan melaporkan nyaris 168.912 ribu kasus Corona dalam sehari. Sejak Senin (5/4) pekan lalu, India terus mencatat lebih dari 100 ribu kasus Corona dalam sehari.

Namun dengan situasi ini, nyaris 1 juta warga di kota Haridwar memadati Sungai Gangga dalam rangka mengikuti festival keagamaan Kumbh Mela yang akan digelar selama berbulan-bulan dan dimulai pekan ini.

"Kerumunan di sini semakin melonjak... polisi terus-menerus mengimbau orang-orang untuk melakukan social distancing," tutur pejabat kepolisian setempat, Sanjay Gunjyal, kepada Reuters di lokasi.

Festival keagamaan ini diwarnai ritual mandi di Sungai suci Gangga yang diyakini akan menghapus dosa. Diperkirakan sedikitnya 5 juta orang akan ikut serta dalam festival keagamaan yang sempat ditunda akibat Corona ini.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir CNN, seorang pejabat senior kepolisian lainnya, Mukesh Thakur, menuturkan bahwa diperkirakan akan ada sekitar 11.000 hingga 18.000 orang di dalam sungai dalam satu waktu. Para peziarah akan tersebar di sebanyak 15 tepi sungai utama.

Kerumunan orang memicu kekhawatiran besar saat India berjuang mengatasi gelombang kedua Corona yang dimulai sejak Maret dan terus melonjak sepekan terakhir. Bahkan sejauh ini telah melampaui gelombang pertama tahun lalu, dengan puncaknya mencapai 97 ribu kasus dalam sehari pada September 2020.

"Social distancing terbukti sangat sulit. Jika kita berupaya menerapkannya maka akan memicu insiden -- itulah mengapa, meskipun ingin melakukannya, kami tidak mampu menerapkan social distancing di tepi sungai ini," ucap Gunjyal.

Selanjutnya
Halaman
1 2