Ramai-ramai Makan di Restoran Paris, 110 Orang Dihukum Denda

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 15:56 WIB
Police patrol in front of the Eiffel Tower in Paris last week as France officially ended a state of emergency. (Christian Hartmann/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (dok. Christian Hartmann/AFP/Getty Images)
Paris -

Kepolisian Paris memergoki lebih dari 100 orang makan di sebuah restoran yang diam-diam tetap buka dengan melanggar pembatasan virus Corona (COVID-19) yang diberlakukan pemerintah Prancis. Orang-orang itu dijatuhi hukuman denda karena dianggap melanggar aturan Corona.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/4/2021), kepolisian melakukan penggerebekan setelah mendapatkan laporan soal 'kebisingan yang berlebihan terkait sebuah restoran' pada Jumat (9/4) tengah malam. Polisi mendapati orang-orang makan di restoran tanpa menerapkan pembatasan Corona yang diberlakukan.

"Mengakhiri pertemuan lebih dari 110 orang," demikian pernyataan Kepolisian Paris via Twitter.

Restoran rahasia yang tetap buka tanpa mematuhi aturan Corona itu terletak di distrik ke-19 Paris. Selain para pengunjung, pemilik restoran itu juga ikut ditangkap.

"Para tamu didenda karena tidak mematuhi langkah-langkah kesehatan yang diberlakukan. Pemilik dan manajernya ditangkap," imbuh pernyataan Kepolisian Paris.

Kantor jaksa Paris dalam pernyataan terbaru menyebut pemilik dan manajer restoran dibebaskan dengan penyelidikan terus berlanjut.

Tidak disebut lebih jelas besarnya denda yang dijeratkan. Namun diketahui bahwa, menurut BBC, otoritas Prancis menerapkan hukuman satu tahun penjara dan hukuman denda sebesar 15 ribu Euro (Rp 260 juta) atas tindakan yang dianggap membahayakan nyawa orang lain selama pandemi Corona.

Simak video 'Kasus Covid-19 Meningkat, Prancis Berlakukan Lockdown Terbatas di Paris':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2