Jelang Ramadhan, Aksi Islamofobia Terjadi di Pusat Budaya Islam di Prancis

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 11:44 WIB
Dituduh Islamofobia, Profesor Jerman Mendapat Perlindungan Polisi
Aksi tolak islamofobia di Prancis (Foto: DW / SoftNews)
Jakarta -

Pusat Budaya Islam di wilayah Prancis Barat diserang dengan sejumlah aksi vandalisme bernuansa Islamofobia pada Minggu (10/4) waktu setempat. Merespons tindakan tersebut, pemerintah Prancis mengecam aksi yang dilakukan menjelang Ramadhan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/4/2021), aksi vandalisme dilakukan pada sisi bangunan yang digunakan sebagai ruang salat di Pusat Budaya Islam di kota Rennes. Aksi tersebut memicu perhatian lantaran dilakukan beberapa hari sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan di negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Darmanin, mengatakan insiden itu adalah 'serangan yang menjijikkan' terhadap kebebasan fundamental untuk percaya pada suatu agama.

Lebih lanjut, Darmanin juga mengatakan warga Muslim berhak mendapatkan perlindungan yang sama seperti kelompok agama-agama lainnya di Prancis.

"Serangan terhadap Muslim adalah serangan terhadap Republik," kata Darmanin setelah dia mengunjungi pusat budaya Islam tersebut.

Dari sejumlah slogan Islamofobia yang ada, tertulis sejumlah kalimat seperti "Katolik - agama negara" dan "Tidak untuk Islamifikasi".

Dewan Kepercayaan Muslim Prancis (CFCM), salah satu kelompok utama yang mewakili Muslim di Prancis, menyebut insiden itu sebagai "agresi".

"Menjelang Ramadan dan menghadapi lonjakan aksi anti-Muslim, CFCM menyerukan umat Islam di Prancis untuk waspada," demikian disampaikan CFCM melalui Twitter.

Simak juga 'Polri Waspadai Kejahatan Jalanan-Aksi Teror jelang Lebaran':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)