Rusia Tambah Pasukan di Perbatasan Ukraina, AS Prihatin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:46 WIB
A Russian soldier gestures to Syrian soldiers at a checkpoint near Wafideen camp in Damascus, Syria March 2, 2018.REUTERS/Omar Sanadiki
ilustrasi tentara Rusia (Foto: Reuters)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keprihatinan atas militerisasi Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina, ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan perjalanan ke garis depan timur Ukraina.

Sekretaris pers Gedung Putih, Jen Psaki di Washington mengatakan, jumlah pasukan Rusia di perbatasan dengan bekas republik Uni Soviet tersebut sekarang lebih besar "daripada kapan pun sejak 2014," ketika perang di timur Ukraina pertama kali meletus dan Rusia merebut wilayah Krimea.

"Amerika Serikat semakin prihatin dengan meningkatnya agresi Rusia di timur Ukraina, termasuk pergerakan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina," kata Psaki kepada wartawan. "Ini semua adalah tanda yang sangat mengkhawatirkan," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/4/2021).

Hal ini disampaikan Psaki setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi garis depan timur, tempat pertempuran antara tentara Ukraina dan separatis yang didukung Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Konflik berkepanjangan di timur Ukraina yang sebagian besar berbahasa Rusia, telah merenggut lebih dari 13.000 jiwa sejak 2014.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Kamis (7/4) waktu setempat meminta Moskow untuk mengurangi pengerahan pasukannya.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Merkel memintanya untuk mengurangi 'bala bantuan pasukan "di perbatasan" guna mengurangi ketegangan." Demikian disampaikan kantor Merkel dalam sebuah pernyataan.

Simak Video: AS Prihatin Ketegangan Rusia-Ukraina Meningkat

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2