PM Italia Sebut Erdogan Sebagai Diktator, Turki Mengecam

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 03:51 WIB
Italys new prime minister, former European Central Bank President Mario Draghi addresses the media on February 12, 2021 following a meeting with Italys President at the Quirinale presidential palace in Rome. - The 73-year-old economist formed a new national unity government to replace Giuseppe Contes centre-left coalition, which collapsed one month ago, leaving the country rudderless in an unprecedented crisis. (Photo by YARA NARDI / POOL / AFP)
Foto: Mario Draghi (AFP/YARA NARDI/POOL)
Roma -

Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang diktator. Pernyataan Mario Draghi berisiko semakin memperburuk hubungan Uni Eropa atau UE dengan Turki.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/4/2021), Mario Draghi berbicara pada konferensi pers setelah ditanya tentang perselisihan diplomatik mengenai aturan tempat duduk selama pertemuan antara Erdogan dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa (6/4) lalu.

"Saya sangat menyesal atas penghinaan yang dialami oleh presiden komisi itu, mari kita panggil mereka apa adanya, diktator, tetapi dengan siapa kita perlu bekerja sama," kata Draghi kepada wartawan.

Erdogan mendapat banyak kritik setelah gambar viral tentang von der Leyen yang ditinggalkan tanpa kursi selama pertemuan mereka di Ankara, juga termasuk Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Gambar resmi kemudian menunjukkan dia duduk di sofa di seberang Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Turki dan UE saling menyalahkan atas aturan selama pertemuan tersebut.

Beberapa kelompok Parlemen Eropa menuntut penyelidikan tentang bagaimana von der Leyen dibiarkan berdiri sementara Michel duduk.

Sementara itu, Turki langsung mengecam pernyataan Perdana Menteri Italia Mario Draghi tentang Erdogan dengan seorang tiran. Pernyataan Draghi dinilai tak masuk akal.

"Kami mengutuk keras pernyataan populis yang tidak dapat diterima, dan komentar buruk dan tidak masuk akal yang dibuat oleh Perdana Menteri Italia Draghi yang ditunjuk," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Lihat juga Video: Erdogan Longgarkan Pembatasan Sosial di Turki

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)