Inggris Tak Bisa Lagi Akui Dubes Myanmar yang Didepak Junta Militer

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 17:31 WIB
Kedubes Myanmar di London Diambil Alih Militer

Akibat tidak mendukung kedeta di di negaranya Kedubes Myanmar di London dikunci akibatnya Dubes Myanmar, Kyaw Zwar Minn tak bisa masuk kantor.
Dubes Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn, saat dilarang masuk ke gedung kedutaan di London (AP/Alberto Pezzali)
London -

Pemerintah Inggris mengonfirmasi tidak bisa lagi mengakui Duta Besar (Dubes) Myanmar di London, Kyaw Zwar Minn, setelah junta militer merilis pemberitahuan resmi bahwa dia telah ditarik karena mendukung pemerintahan sipil yang digulingkan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2021), sumber-sumber otoritas Inggris menyatakan bahwa pemerintah Inggris, sesuai dengan kebijakan diplomatik, harus menyetujui keputusan junta militer Myanmar terkait Kyaw Zwar Minn, setelah dia diusir dan dilarang masuk gedung kedutaan di London pada Rabu (7/4).

Para diplomat yang loyal dengan otoritas junta militer Myanmar mengambil alih kendali atas Kedutaan Besar Myanmar di London, membiarkan Kyaw Zwar Minn di jalanan dan memaksanya tidur di dalam mobil sepanjang malam.

Dalam pernyataan kepada wartawan setempat, Kyaw Zwar Minn menuturkan bahwa Atase Pertahanan yang juga Wakil Dubes, Chit Win, telah mengambil alih misi diplomatik itu dalam aksi yang disebutnya 'semacam kudeta'.

Dalam pernyataan yang dibacakan atas nama sang Dubes, oleh Min Hein -- anggota komunitas Myanmar di London, menyatakan bahwa mereka menunggu respons resmi dari pemerintah Inggris.

"Kami juga mengetahui bahwa tim Chit Win mengancam para staf kedutaan dengan hukuman berat jika staf-staf tersebut tidak mau bekerja untuk junta militer," sebutnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, menyampaikan dukungannya untuk Kyaw Zwar Minn dalam pernyataan via Twitter.

"Kami mengecam tindakan intimidasi dari rezim militer Myanmar di London kemarin, dan saya memberikan apresiasi kepada Kyaw Zwar Minn atas keberaniannya," sebut Raab dalam pernyataannya.

"Inggris terus menyerukan diakhirinya kudeta dan tindak kekerasan yang mengerikan, dan pemulihan demokrasi segera (di Myanmar)," tegas Raab.

Simak video 'Militer Ambil Alih Kantor Kedutaan Myanmar di Inggris':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)