Inggris Kecam Militer Myanmar yang Ambil Alih Kedutaan di London

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 14:18 WIB
London -

Otoritas Inggris memberikan komentar terkait aksi militer Myanmar mengambil alih kedutaan negara itu di London dan Duta Besar Myanmar diusir keluar dari gedung kedutaan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2021), sejumlah diplomat yang loyal pada otoritas junta militer Myanmar mengambil alih gedung kedutaan di London pada Rabu (7/4) waktu setempat, membuat Duta Besar (Dubes) Kyaw Zwar Minn terkunci di luar dan dilarang masuk.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, menyampaikan dukungannya untuk Dubes Kyaw dalam pernyataan terbaru via Twitter.

"Kami mengecam tindakan intimidasi dari rezim militer Myanmar di London kemarin, dan saya memberikan apresiasi kepada Kyaw Zwar Minn atas keberaniannya," sebut Raab dalam pernyataannya.

"Inggris terus menyerukan diakhirinya kudeta dan tindak kekerasan yang mengerikan, dan pemulihan demokrasi segera (di Myanmar)," tegas Raab.

Sebelumnya, Dubes Kyaw menuturkan bahwa Atase Pertahanan telah mengambil alih kendali atas gedung Kedutaan Besar Myanmar di London. Kyaw menyebutnya sebagai 'semacam kudeta' terhadap dirinya sebagai Dubes.

Diketahui juga bahwa Kyaw ditarik pulang oleh otoritas junta militer Myanmar, bulan lalu, setelah dia merilis pernyataan yang mendesak junta militer Myanmar membebaskan pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint yang ditahan sejak kudeta 1 Februari lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2