Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan, China Protes Keras

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 14:37 WIB
FILE PHOTO: The U.S. Navy Arleigh Burke-class guided-missile destroyer USS John S. McCain maneuvers alongside the amphibious assault ship USS Bonhomme Richard for a refueling-at-sea in the Philippine Sea June 14, 2017.   U.S. Navy/Mass Communication Specialist Seaman Apprentice Gavin Shields/Handout via REUTERS/File Photo
Ilustrasi -- USS John S McCain (U.S. Navy/Mass Communication Specialist Seaman Apprentice Gavin Shields/Handout via REUTERS/File Photo)

Transitnya USS John S McCain di Selat Taiwan ini dilakukan setelah pada Senin (5/4) lalu, kapal induk China dan sejumlah kapal militernya menggelar latihan di dekat Taiwan. Latihan itu disebut bertujuan untuk membantu 'menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan'.

Istilah yang digunakan China itu sering ditafsirkan ditujukan langsung untuk kepemimpinan Taiwan yang menolak tunduk pada tuntutan China terkait pengakuan Taiwan sebagai bagian dari wilayah China.

Pada Sabtu (3/4) lalu, Angkatan Laut China mengumumkan bahwa kapal induk Theodore Roosevelt dan kelompok serbunya memasuki kembali perairan Laut China Selatan untuk 'melakukan operasi rutin'. Ini menjadi momen kedua bagi kapal induk AS memasuki perairan strategis yang menjadi sengketa itu.

China mengklaim nyaris seluruh perairan Laut China Selatan dan secara tegas menentang setiap aktivitas kelautan asing di perairan tersebut.

Sementara Selat Taiwan terletak di perairan internasional, transitnya kapal Angkatan Laut AS di perairan itu dipandang sebagai aksi simbolis bahwa AS tidak akan membiarkan China mendominasi jalur perairan strategis tersebut.

Halaman

(nvc/ita)