Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan, China Protes Keras

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 14:37 WIB
FILE PHOTO: The U.S. Navy Arleigh Burke-class guided-missile destroyer USS John S. McCain maneuvers alongside the amphibious assault ship USS Bonhomme Richard for a refueling-at-sea in the Philippine Sea June 14, 2017.   U.S. Navy/Mass Communication Specialist Seaman Apprentice Gavin Shields/Handout via REUTERS/File Photo
Ilustrasi -- USS John S McCain (U.S. Navy/Mass Communication Specialist Seaman Apprentice Gavin Shields/Handout via REUTERS/File Photo)
Beijing -

Otoritas China melontarkan protes setelah kapal penghancur milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berlayar melintasi Selat Taiwan di tengah meningkatnya aktivitas laut di kawasan tersebut. AS menyebut aktivitas kapal perangnya itu sebagai transit rutin.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (8/4/2021), juru bicara Komando Area Timur Militer China, Zhang Chunhui, dalam pernyataannya menyebut otoritas China melacak dan memantau sebuah kapal AS bernama USS John S McCain yang terdeteksi melintasi Selat Taiwan pada Rabu (7/4) waktu setempat.

Zhang mengkritik langkah AS itu dengan menyebutnya telah memberikan 'sinyal yang salah' untuk pemerintah Taiwan.

"Secara sengaja mengganggu situasi di kawasan dengan membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," sebut Zhang mengomentari langkah kapal militer AS tersebut.

China sebelumnya mengancam akan menginvasi Taiwan untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri dan menganut demokrasi, yang juga mendapat dukungan kuat dari AS.

Dalam pernyataannya pada Rabu (7/4) waktu setempat, Angkatan Laut AS menyebut kapal penghancur yang dilengkapi peluru kendali, USS John S McCain, melakukan 'transit rutin' di perairan Selat Taiwan melalui perairan internasional.

"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat akan terus mengudara, berlayar dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional," demikian pernyataan Angkatan Laut AS.

Simak juga 'AS Prihatin Ketegangan Rusia-Ukraina Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2