Myanmar Kembali Tembaki Demonstran Antikudeta, 13 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 11:11 WIB
Anti-coup protesters aim with homemade air rifle during a protest in Yangon, Myanmar, Saturday, April 3, 2021. Threats of lethal violence and arrests of protesters have failed to suppress daily demonstrations across Myanmar demanding the military step down and reinstate the democratically elected government. (AP Photo)
aparat Myanmar terus melakukan penembakan terhadap demonstran (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pasukan keamanan Myanmar kembali menembaki para demonstran antikudeta pada Rabu (7/4) waktu setempat dan menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai beberapa lainnya.

Lebih dari 580 orang telah tewas dilaporkan tewas dalam kekacauan di Myanmar sejak kudeta 1 Februari, yang mengakhiri periode singkat demokrasi yang dipimpin warga sipil. Aksi-aksi protes dan pemogokan nasional terus berlanjut sejak itu, meskipun militer menggunakan kekuatan mematikan untuk memadamkan perlawanan.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Kamis (8/4/2021), media Myanmar melaporkan pasukan keamanan melepaskan tembakan pada Rabu (7/4) terhadap pengunjuk rasa di kota Kale di barat laut ketika mereka menuntut pengembalian pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi.

Menurut seorang penduduk daerah itu dan outlet berita Myanmar Now, 11 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat penembakan tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi jumlah korban secara independen.

Sementara itu, warga melaporkan setidaknya tujuh ledakan kecil terdengar di Yangon, termasuk di gedung-gedung pemerintah, rumah sakit militer dan pusat perbelanjaan. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada klaim tanggung jawab terkait insiden ini.

Kedutaan Amerika Serikat di Yangon mengatakan telah menerima laporan tentang "bom suara buatan tangan atau kembang api yang dimaksudkan untuk menimbulkan kebisingan dan menyebabkan kerusakan minimal".

Departemen Pemadam Kebakaran mengatakan bahwa kebakaran terjadi di Pabrik Garmen JOC milik China di Yangon pada hari Rabu (7/4) waktu setempat. Tidak ada laporan korban jiwa dan tidak ada rincian mengenai tingkat kerusakan.

Simak Video: Kekerasan Militer Masih Terjadi di Jalanan Myanmar

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2