Dilanda Kekeringan, Air di Taiwan Dijatah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 17:39 WIB
Taiwan is experiencing a dry spell after no typhoons made landfall on the island last year for the first time in 56 years (Sam Yeh AFP/File)
Taiwan mengalami kekeringan terburuk dalam 56 tahun terakhir (Sam Yeh AFP/File)
Taipei -

Lebih dari 1 juta rumah dan bisnis di kawasan industri Taiwan ditempatkan dalam sistem penjatahan air. Langkah ini diambil saat Taiwan tengah menghadapi kekeringan terburuk di wilayahnya dalam 56 tahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Selasa (6/4/2021), kekurangan air ini diperkirakan akan berdampak pada sektor manufaktur microchip yang water-intensive, saat terjadi kekurangan semikonduktor global yang menggerakkan segala sesuatu mulai dari mobil hingga iPhone dan komputer.

Perusahaan air negara sekarang memotong pasokan di wilayah Taichung, Miaoli dan distrik Changhua bagian utara selama dua hari dalam seminggu, dengan pemerintah memperingatkan untuk 'bersiap menghadapi yang terburuk'.

Pada hari penjatahan air diterapkan, berbagai pembatasan juga diberlakukan termasuk tidak boleh ada perawatan dengan sampo di salon dan tidak ada pencucian mobil di pom bensin setempat.

Kekeringan melanda setelah tidak ada angin topan yang menerjang Taiwan sepanjang tahun lalu, yang merupakan pertama kalinya dalam 56 tahun terakhir.

Di kota Tainan, menurut Badan Sumber Daya Air, level ketinggian air di bendungan terbesar Tsengwen mencapai kurang dari 12 persen, sedangkan bendungan Baihe benar-benar kering.

Kekurangan air yang semakin memburuk ini berpotensi merusak rencana Taiwan untuk mengatasi kekurangan microship secara global yang dipicu oleh pandemi virus Corona (COVID-19), dengan meningkatkan produksi.

Selanjutnya
Halaman
1 2