Protes Lockdown, Demonstran Bangladesh Ditembak Saat Serang Kantor Polisi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 09:33 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
ilustrasi (Foto: AFP)
Jakarta -

Aksi protes atas lockdown (penguncian) terkait virus Corona di Bangladesh berubah menjadi kekerasan. Penembakan terjadi setelah sekelompok demonstran menyerang sebuah kantor polisi, dengan setidaknya tiga orang ditembak, kata polisi dan seorang dokter.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/4/2021), insiden itu terjadi di pusat kota Saltha di distrik Faridpur, di mana polisi mengatakan rumor telah menyebar bahwa seorang pria terluka dalam penyisiran polisi di sebuah pasar yang bertujuan untuk menegakkan langkah-langkah kesehatan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 seiring meningkatnya jumlah kasus secara nasional.

Ribuan penduduk desa turun ke jalan dengan marah. Sekelompok orang dari mereka melemparkan batu bata ke sebuah kantor polisi dan merusak kantor-kantor pemerintah di kota itu, membakar rumah seorang petugas dan dua mobil milik pejabat pemerintah.

"Polisi menembak untuk membela diri setelah mereka menyerang kantor polisi," kata seorang juru bicara polisi di distrik Faridpur kepada AFP. Petugas polisi kedua, inspektur Nur-a-Alam Fakir, membenarkan kejadian tersebut.

Polisi tidak memberikan jumlah korban, tetapi Abdul Matin, seorang dokter di bangsal darurat Rumah Sakit Universitas Kedokteran Faridpur yang dikelola pemerintah, mengatakan tiga orang berada dalam kondisi kritis setelah menderita luka tembak.

"Salah satu dari mereka ditembak di pantatnya, satu lagi di dadanya dan orang ketiga ditembak di kedua kakinya," katanya kepada AFP.

Dua petugas polisi mengatakan pendukung kelompok Islam garis keras Hefazat-e-Islam bergabung dalam serangan di kantor polisi di Saltha tersebut. Belum ada komentar langsung dari Hefazat atas klaim polisi atas keterlibatan mereka dalam insiden di Saltha.

Lihat juga Video: Prancis Perluas Kebijakan Lockdown ke Seluruh Wilayah

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2