Waduh! 15 Juta Vaksin Corona di AS Rusak

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 12:20 WIB
FILE - This September 2020 photo provided by Johnson & Johnson shows a single-dose COVID-19 vaccine being developed by the company. A late-stage study of Johnson & Johnson’s COVID-19 vaccine candidate has been paused while the company investigates whether a study participant’s “unexplained illness” is related to the shot, the company announced Monday, Oct. 12, 2020. (Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File)
Vaksin J&J (Foto: Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP)
Washington DC -

Amerika Serikat menempatkan pembuat vaksin Johnson dan Johnson (J&J) untuk bertanggung jawab atas rusaknya 15 juta dosis vaksin COVID-19 di pabrik Emergent BioSolutions, Baltimore. Sementara itu, seorang pejabat senior Kesehatan AS mengatakan produsen vaksin asal Inggris, AstraZeneca juga akan diminta berhenti untuk menggunakan fasilitas produksi di pabrik tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (4/4/2021) J&J mengatakan pihaknya memikul tanggung jawab penuh dari fasilitas Emergent BioSolutions dan menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan 100 juta dosis vaksin kepada pemerintah pada akhir Mei mendatang.

Lebih lanjut, AstraZeneca, yang vaksinnya belum disetujui di Amerika Serikat, mengatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menemukan fasilitas produksi alternatif untuk memproduksi vaksinnya.

Rusaknya 15 juta dosin vaksin COVID-19 pertama kali dilaporkan oleh New York Times, semakin menghambat upaya AstraZeneca di Amerika Serikat. Pemerintah telah mengkritik produsen obat tersebut karena menggunakan data lama hasil uji coba vaksin.

"Para pekerja di pabrik Emergent BioSolutions beberapa minggu lalu menggabungkan bahan-bahan untuk vaksin J&J dan AstraZeneca," kata Times pada awal pekan lalu.

J&J mengatakan pada saat itu dosis vaksin yang rusak belum maju ke tahap pengisian dan finishing,

Times menyebut langkah pemerintah untuk memproduksi vaksin dosis tunggal J&J di satu pabrik dimaksudkan untuk menghindari bercampurnya vaksin di masa depan.

Dokter penyakit menular terkemuka AS mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa negara tersebut mungkin tidak memerlukan vaksin AstraZeneca meskipun telah mendapat persetujuan.

Amerika Serikat memiliki kesepakatan pinjaman untuk mengirim sekitar 4 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Meksiko dan Kanada, yang dibuat di fasilitas produksi vaksin AS.

Tonton Video: Johnson & Johnson Buang 15 Juta Dosis Vaksin karena Salah Bahan

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)