Kisah Pilu Korban Serangan ISIS: Saya Berlari Menyelamatkan Diri

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 10:53 WIB
Internally displaced people (IDP) from Palma gather in the Pemba Sports center to receive humanitarian aid in Pemba on April 2, 2021. They people were evacuated from the coasts of Palma after armed insurgents attacked the city on March 24, 2021. (Photo by Alfredo Zuniga / AFP)
Sejumlah warga Mozambik yang berhasil melarikan diri dari serangan ISIS (Foto: AFP/ALFREDO ZUNIGA)
Palma -

Kota Palma, Mozambik kini berada dalam kekuasaan ISIS usai kelompok militan itu melakukan pertempuran selama beberapa hari. Sejumlah warga Mozambik yang berhasil kabur menceritakan kisah mereka.

Salah satunya adalah Luisa Jose, seorang ibu lima anak berusia 52 tahun. Jose mengaku berhadapan langsung dengan pemberontak ISIS ketika menyerang kota Palma di Mozambik utara 10 hari lalu.

"Saya berlari untuk menyelamatkan hidup saya, mereka datang dari setiap jalan," katanya kepada Reuters dari sebuah stadion di kota pelabuhan Pemba yang menampung ribuan orang yang melarikan diri dari kekerasan tersebut.

"Saya melihat mereka dengan bazoka. Mereka mengenakan seragam dengan syal merah yang diikat di kepala mereka," lanjutnya, seperti dilansir Reuters, Minggu (4/4/2021).

Sebelum berhasil melarikan diri, Jose mengaku sempat luntang-lantung di hutan selama hampir lima hari. Ia makan singkong pahit dan minum dari genangan air keruh sebelum sampai ke Quitunda, sebuah desa bagi orang-orang yang direlokasi oleh proyek mega gas sejumlah perusahaan minyak raksasa, termasuk dari Total Prancis.

Dari sana, Jose dievakuasi oleh Total tetapi harus meninggalkan lebih dari enam anggota keluarganya, termasuk suami dan seorang putrinya, karena tidak ada ruang di kapal. Sejak itu, Jose belum mengetahui kabar keluarganya.

"Apakah mereka aman? Apakah mereka memiliki tempat berlindung? Akankah mereka kembali? Saya tidak tahu," "ucap Jose.

Sejak 24 Maret lalu, pekerja bantuan memperkirakan ada puluhan ribu orang yang melarikan diri akibat serangan itu. Sementara itu, menurut Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, OCHA, hanya 9.900 pengungsi yang telah terdaftar di Pemba dan bagian lain provinsi Cabo Delgado.

Simak juga video 'Kisah Korban Selamat dari ISIS di Palma: Kabur ke Hutan-7 Hari Tak Makan':

[Gambas:Video 20detik]