2 Polisi AS Gugat Donald Trump Terkait Kerusuhan di Gedung Capitol

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 13:48 WIB
Donald Trump lolos dari pemakzulan: Apa dampak bagi dirinya, Joe Biden, dan Amerika Serikat?
Donald Trump (dok. BBC World)
Washington DC -

Dua polisi Capitol di Amerika Serikat (AS) menggugat mantan Presiden Donald Trump terkait tuduhan menghasut kerusuhan dan pemberontakan di Gedung Capitol pada 6 Januari yang menewaskan seorang polisi dan melukai puluhan polisi lainnya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (31/3/2021), gugatan hukum ini diajukan oleh dua polisi Capitol yang bernama James Blassingame dan Sidney Hemby ke pengadilan federal di Washington DC pada Selasa (30/3) waktu setempat.

Dalam gugatannya, mereka menyatakan telah mengalami 'cedera fisik dan emosional' dalam kerusuhan yang mereka sebut digerakkan oleh Trump, yang saat itu berada dalam masa-masa terakhir kepresidenannya dan menolak menerima kekalahan dalam pilpres.

"Para pemberontak didorong oleh perilaku Trump selama berbulan-bulan dalam membuat para pengikutnya mempercayai tuduhan palsu soal dirinya akan dipaksa keluar Gedung Putih karena adanya kecurangan pemilu besar-besaran," demikian bunyi penggalan gugatan hukum itu.

"Massa pemberontak, yang telah dikobarkan, didorong, dihasut, diarahkan, dan dibantu dan bersekongkol, memaksa masuk dan melewati penggugat dan rekan sesama polisi, mengejar dan menyerang mereka," imbuh gugatan tersebut.

Blassingame yang seorang polisi Capitol veteran yang sudah mengabdi selama 17 tahun, menyatakan dirinya mengalami luka-luka di kepala dan punggung, dan menderita secara emosional akibat kerusuhan itu.

Blassingame yang keturunan Afrika-Amerika ini juga menyebut dirinya menjadi sasaran serangan rasis selama serangan dilakukan oleh para pendukung Trump di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Lihat juga Video: FBI Rilis Video Penaruh Bom di Capitol

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2