Taiwan Kerahkan Sistem Rudal Lacak Pesawat China yang Menyusup

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 17:57 WIB
In this photo released by the Taiwan Ministry of National Defense, a Chinese Peoples Liberation Army H-6 bomber is seen flying near the Taiwan air defense identification zone, ADIZ, near Taiwan on Friday, Sept. 18, 2020. The second high-level U.S. envoy to visit Taiwan in two months began a day of closed-door meetings Friday as China conducted military drills near the Taiwan Strait after threatening retaliation. (Taiwan Ministry of National Defense via AP)
Ilustrasi -- Salah satu pesawat militer China yang menyusup ke Taiwan (dok. Taiwan Ministry of National Defense via AP)
Taipei -

Angkatan Udara Taiwan tidak lagi selalu mengerahkan jet tempur setiap ada pesawat militer China yang menyusup ke wilayah udara negara itu. Taiwan kini mengerahkan sistem rudal berbasis darat untuk melacak penyusup di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Senin (29/3/2021), pengerahan sistem rudal untuk melacak pesawat-pesawat China yang kerap masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan (ADIZ) itu disebut membantu untuk menghemat sumber daya.

Angkatan Udara Taiwan berulang kali mengerahkan jet-jet tempur untuk mencegat pesawat-pesawat militer China yang menyusup dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli tahun lalu, Amerika Serikat (AS) menyetujui kemungkinan paket peningkatan sistem rudal Patriot darat-ke-udara untuk Taiwan, senilai US$ 620 juta.

Sekitar 20 pesawat militer China memasuki ADIZ Taiwan pada Jumat (26/3) lalu, yang disebut oleh Kementerian Pertahanan Taiwan sebagai penyusupan terbesar. Meskipun pesawat militer China itu tidak terbang di atas Taiwan secara langsung, aksi itu meningkatkan tekanan, baik finansial maupun fisik, bagi Angkatan Udara Taiwan untuk memastikan jet-jet tempurnya siap dikerahkan kapan saja.

Berbicara dalam parlemen pada Senin (29/3) waktu setempat, Wakil Menteri Pertahanan Taiwan, Chang Che-ping, menuturkan bahwa awalnya, jet tempur dikerahkan setiap kali untuk mencegat pesawat China, yang misinya terkonsentrasi di bagian tenggara ADIZ Taiwan.

Pengerahan itu menghabiskan banyak waktu dan sumber daya yang berharga, oleh karena itu, dilakukan perubahan dengan Taiwan mengerahkan pesawat yang lebih lambat jika China juga melakukan. Namun belakangan, Chang menyebut langkah tersebut kembali mengalami perubahan.

"Jadi sekarang kita sebagian besar menggunakan kekuatan rudal berbasis darat untuk melacak mereka. Kita menganggapnya sebagai masalah perang gesekan," ungkap Chang kepada parlemen Taiwan.

Tonton juga Video: Gambar Satelit Temukan Situs Rudal Nuklir Terbaru China

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2