Libya Berhasil Tangkap 2 Tersangka Pembunuh Pemimpin Milisi yang Diburu ICC

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 15:31 WIB
Members of the Libyan National Army (LNA), also known as the forces loyal to Marshal Khalifa Haftar, patrol on January 28, 2017 the area of Qanfudah, on the southern outskirts of Benghazi, after retaking it from Islamic State (IS) fighters.
Haftar has managed to retake a large part of the eastern coastal city from jihadists since Benghazi came under their control in 2014. But jihadists still control the central districts of Al-Saberi and Souq al-Hout. / AFP PHOTO / Abdullah DOMA
Ilustrasi unit elit militer Libya (Foto: Abdullah Doma/AFP)
Benghazi -

Otoritas Libya mengumumkan telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di kota Benghazi dan berhasil menangkap dua tersangka yang menembak buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), pemimpin milisi Mahmoud al-Werfalli.

Seperti dilansir AFP, Minggu (28/3/2021) Keamanan di Benghazi diperketat usai seringnya terjadi kekerasan dan balas dendam.

Mahmoud al-Werfalli, ditembak mati bersama sepupunya, Ayman, oleh orang-orang bersenjata tak dikenal yang melepaskan tembakan ke arah mobilnya pada Rabu (24/3) waktu setempat.

Werfalli adalah komandan brigade Al-Saiqa, unit elit yang membelot dari militer Libya selama pemberontakan tahun 2011.

Negara kaya minyak itu dalam kekacauan usai pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan dan membunuh diktator Moamer Kadhafi, dimana milisi dan pemerintah saling bersaing untuk mendapatkan kekuasaan.

ICC mengeluarkan surat perintah pertama untuk penangkapan Werfalli pada Agustus 2017, menuduhnya telah memerintahkan atau secara pribadi melakukan tujuh rangkaian eksekusi terpisah terhadap 33 orang pada 2016 dan 2017.

Kemudian, ICC kembali mengeluarkan surat perintah penangkapan kedua untuk Werfalli pada Juli 2018. Werfalli diduga bertanggung jawab atas pembunuhan yang merupakan bagian dari kejahatan perang.

Kepala penuntut militer Benghazi, Kolonel Ali Madi, mengidentifikasi tersangka pembunuhan Werfalli sebagai Mohamad Abdeljalil Saad dan Hanine al-Abdaly.

Hanine al-Abdaly adalah putri dari pengacara dan aktivis hak asasi Hanan al-Barassi, yang ditembak mati pada November di Benghazi.

Selanjutnya
Halaman
1 2