Bahrain Sulap Mal Kosong Jadi Pusat Vaksinasi Nasional

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 18:19 WIB
Sejumlah pekerja PPK Kemayoran menjalani vaksinasi virus Corona. Diketahui ada 461 orang karyawan yang telah menerima vaksin COVID-19.
Ilustrasi antrian vaksin (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Manama -

Otoritas Bahrain telah mengubah sebuah mal yang sebagian besar dikosongkan akibat pandemi virus Corona (COVID-19) menjadi pusat vaksinasi negara Teluk itu. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Bahrain untuk melindungi penduduknya dari ancaman penularan COVID-19.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/3/2021) sebelum pandemi, Mall Sitra dulunya digunakan untuk menarik banyak warga Bahrain untuk mengakses layanan dari berbagai kantor pemerintahan. Namun sejak pandemi, gerai tersebut ditutup dan layanan dialihkan secara virtual.

Melihat kondisi yang tak terpakai, Otoritas kesehatan Bahrain mengubah mal tersebut menjadi pusat vaksinasi raksasa. Sementara, sejumlah gerai makanan cepat saji dan supermarket masih dibuka.



"Banyak orang datang setiap jam," kata Konsultan Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi di pusat vaksinasi, Basma Mahmoud.

Terlihat beberapa orang menaiki eskalator dan menunggu di kursi-kursi yang jaraknya sudah diatur sesuai protokol kesehatan.

Mahmoud mengatakan pusat vaksinasi itu akan mempercepat kemajuan target vaksinasi Bahrain, dengan mendapatkan lebih dari 50 persen populasi yang divaksinasi secara penuh.

Bahrain menawarkan kepada warga dan penduduknya empat jenis vaksin gratis, yakni vaksin Pfizer/BioNTech, vaksin Sinopharm China, vaksin AstraZeneca, dan vaksin Sputnik V Rusia. Sementara itu, vaksin Johnson & Johnson juga telah disetujui untuk penggunaan darurat.

Untuk layanan vaksinasi di Mall Sitra, ada dua jenis vaksin yang ditawarkan, yakni Pfizer dan Sinopharm.

Jumlah kasus infeksi Corona harian di Bahrain sempat mulai menurun sejak pertengahan Februari lalu. Meski begitu beberapa hari terakhir, angka kasus harian meningkat lagi.

Sepuluh hari yang lalu, Bahrain melonggarkan beberapa pembatasan virus Corona, termasuk mengizinkan warga untuk makan di dalam restoran dan membuka kembali institusi pendidikan untuk para siswa.

Simak juga Video "Jokowi: Kalau 70% Masyarakat Divaksin, Corona Datang Bisa Mental":

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)