Diburu ICC Atas Kejahatan Perang, Pemimpin Milisi Libya Tewas Ditembak

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 14:09 WIB
Members of the Libyan National Army (LNA), also known as the forces loyal to Marshal Khalifa Haftar, patrol on January 28, 2017 the area of Qanfudah, on the southern outskirts of Benghazi, after retaking it from Islamic State (IS) fighters.
Haftar has managed to retake a large part of the eastern coastal city from jihadists since Benghazi came under their control in 2014. But jihadists still control the central districts of Al-Saberi and Souq al-Hout. / AFP PHOTO / Abdullah DOMA
Ilustrasi (Foto: Abdullah Doma/AFP)
Benghazi -

Pemimpin milisi Libya, Mahmoud al-Werfalli, tewas ditembak di kota Benghazi, Libya timur pada Rabu (24/3) waktu setempat. Werfalli merupakan buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang.

Seperti dilansir AFP, Kamis (25/3/2021) menurut sumber keamanan, Werfalli ditembak mati bersama sepupunya, Ayman, ketika orang-orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke arah mobilnya.

Keduanya mengalami luka parah dan meninggal dunia setibanya di Pusat Medis Benghazi, yang terletak di dekat lokasi penembakan.

Sebelumnya pada Agustus 2017, ICC mengeluarkan surat perintah pertama untuk penangkapan Werfalli. Ia dituduh telah memerintahkan atau secara pribadi melakukan tujuh rangkaian eksekusi terpisah terhadap 33 orang pada 2016 dan 2017.

Kemudian, ICC kembali mengeluarkan surat perintah penangkapan kedua untuk Werfalli pada Juli 2018. Werfalli diduga bertanggung jawab atas pembunuhan yang merupakan bagian dari kejahatan perang.

Pengadilan mengatakan pria kelahiran tahun 1978 itu diduga menembak mati 10 orang di depan Masjid Bi'at al-Radwan, Benghazi pada 24 Januari 2018.

Werfalli adalah komandan brigade Al-Saiqa, unit elit yang membelot dari militer Libya selama pemberontakan tahun 2011, di mana diktator Moamer Kadhafi digulingkan dan terbunuh.

(izt/ita)