Dituduh Macron Coba Campuri Pilpres Prancis, Turki Geram

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 11:25 WIB
French President Emmanuel Macron reacts as he listen to the speech of Portuguese Prime Minister Antonio Costa, Wednesday, Dec. 16, 2020 in Paris. French President Emmanuel Macron has tested positive for COVID-19, the presidential Elysee Palace announced on Thursday. (AP Photo/Francois Mori)
Emmanuel Macron (dok. AP Photo/Francois Mori)
Ankara -

Pemerintah Turki geram dan mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menyebut Ankara mencoba mencampuri pemilihan presiden (pilpres) mendatang di negara itu. Turki menyebut tuduhan Macron itu 'tidak bisa diterima'.

Seperti dilansir AFP, Kamis (25/3/2021), komentar itu disampaikan Macron dalam wawancara dengan televisi Prancis pekan ini. Macron menyebut Turki 'sedang memainkan opini publik' dan menyebarkan 'kebohongan' di Prancis melalui penggunaan media yang dikontrol oleh pemerintah.

"Akan ada upaya intervensi dalam pemilihan presiden (Prancis) mendatang (tahun 2022)," cetus Macron dalam wawancara itu.

Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya menyebut perkataan Macron 'tidak bisa diterima dan bertentangan dengan persahabatan dan aliansi antara kedua negara'.

Komentar terbaru Macron ini semakin memperpanjang perseteruannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang beberapa waktu terakhir saling adu argumen sengit termasuk terkait posisi berbeda dalam sejumlah konflik kawasan.

Perselisihan keduanya mencapai titik terendah saat Erdogan meminta Macron menjalani 'pemeriksaan kejiwaan' dan mendorong warga Prancis untuk 'menyingkirkan' presiden mereka, saat ketegangan meningkat akibat undang-undang Prancis yang menindak Islam radikal di wilayahnya.

Beberapa bulan sebelumnya, Macron mencetuskan bahwa rakyat Turki 'pantas mendapatkan sesuatu yang lain' selain kebijakan Erdogan.

Simak juga 'Soal Kudeta PM Armenia, Turki Tak Yakin Militer Pelakunya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2