Sempat Jadi Polemik, Belanda Persingkat Durasi Jam Malam

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 03:42 WIB
Amsterdam -

Otoritas Belanda memperpanjang kebijakan pembatasan virus Corona hingga 20 April mendatang. Akan tetap, Belanda mempersingkat durasi jam malam.

"Jumlah infeksi (Corona) telah meningkat lagi dan lebih banyak orang dirawat di rumah sakit lagi. Itu adalah kenyataan yang mengkhawatirkan untuk hari ini dan oleh karena itu kami tidak dapat melepaskan tindakan (jam malam) saat ini," kata Perdana Menteri Mark Rutte dilansir dari AFP, Rabu (24/3/2021).

Semula jam malam di Belanda pada pukul 21.00 hingga 04.30 pagi. Setelah diperbarui, jam malam berlaku sejak pukul 22.00 hingga 04.30 pagi.

"Selebihnya semuanya (aturan) tetap sama," jelas Rutte.

Sejak virus Corona menyerang negeri kincir angin itu, kafe, bar dan restoran hanya diperbolehkan takeaway. Namun, sekolah tetap dibuka belakangan ini.

Penerapan jam malam pada awal Januari lalu memicu serangkaian kerusuhan di beberapa kota. Polisi dan massa pun terlibat bentrok.

Covid-19: Kerusuhan pembatasan jam malam karena virus corona di Belanda terus berlanjutKerusuhan pembatasan jam malam karena virus corona di Belanda terus berlanjut (Foto: BBC World)

Kericuhan terjadi di ibu kota Amsterdam, juga di kota pelabuhan Rotterdam. Dalam kerusuhan yang terjadi, para demonstran menghancurkan kaca jendela toko-toko dan menjarah isinya.

Namun motif di balik aksi vandalisme dan penjarahan ini masih belum jelas, dengan sebagian besar perusuh diketahui masih remaja.

Otoritas Belanda melaporkan lebih dari 1,2 juta kasus Corona, sementara kasus kematian mencapai 16.339 pasien. Pada Selasa (23/3), Belanda melaporkan ada 5.636 kasus Corona baru serta 2.257 pasien dirawat di rumah sakit.

(isa/isa)