Sejauh ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa di wilayah Prefektur Miyagi itu. Namun, seorang warga mengatakan bahwa guncangan gempa sangat parah.
"Guncangannya sangat parah dan lama dari sisi ke sisi. Bahkan lebih lama dari gempa bulan lalu, tapi setidaknya bangunan di sini baik-baik saja," kata Shizue Onodera kepada NHK dari toko tempat dia bekerja di kota Ishinomaki.
"Banyak botol pecah di lantai," katanya seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (20/3/2021). Listrik di wilayah itu sempat terputus tapi kemudian menyala lagi. "Listrik sudah menyala," ujar Onodera.
Perusahaan listrik Tohoku Electric Power menyatakan, sebagian prefektur timur laut Jepang, Miyagi, dilanda pemadaman listrik setelah gempa bumi.
Jepang terletak di "Cincin Api" Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Negara ini sering dilanda gempa dan memiliki peraturan konstruksi yang ketat, yang dimaksudkan untuk memastikan bangunan dapat menahan getaran yang kuat. (ita/ita)











































