Serangan Drone Houthi Picu Kebakaran di Kilang Minyak Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 10:14 WIB
Armed Houthi followers rally against Saudi-led air strikes in Sanaa June 14, 2015. Houthi forces and their army allies in Yemen seized the capital of a large desert province on the border with Saudi Arabia on Sunday, residents said, an important victory for the group ahead of peace talks in Geneva on Monday. REUTERS/Khaled Abdullah
kelompok pemberontak Houthi (Foto: Khaled Abdullah/REUTERS)
Jakarta -

Serangan pesawat tak berawak (drone) memicu kebakaran di kilang minyak Arab Saudi. Serangan drone di Riyadh itu diklaim oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Serangan pada Jumat (19/3) subuh waktu setempat itu adalah serangan besar kedua bulan ini yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap instalasi energi Saudi.

"Kilang minyak Riyadh diserang oleh drone, mengakibatkan kebakaran yang berhasil dikendalikan," kata Kementerian Energi Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/3/2021).

Disebutkan bahwa tidak ada korban yang dilaporkan dan pasokan minyak tidak terganggu akibat insiden itu.

Kementerian Saudi tersebut mengutuk keras "serangan pengecut" itu. Disebutkan bahwa serangan drone itu bukan hanya serangan terhadap kerajaan itu tetapi juga ekonomi dunia dan keamanan energi global.

Dalam sebuah pernyataan, pemberontak Houthi mengklaim telah menargetkan raksasa energi Aramco di Riyadh dengan enam pesawat tak berawak sebagai tanggapan atas "agresi brutal" dari koalisi militer yang didukung Saudi di Yaman.

Pemberontak Houthi terus meningkatkan serangan lintas-perbatasan di kerajaan itu, meskipun ada dorongan baru oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai yang mandek.

AS mengutuk serangan itu sebagai upaya "untuk mengganggu pasokan energi dengan menargetkan infrastruktur Saudi".

Simak juga 'Pesawat Sipil di Arab Saudi Diserang Houthi':

[Gambas:Video 20detik]