4 Tahun Berturut-turut, Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 18:41 WIB
Siapkah Dunia Mencontoh Sistem Pendapatan Dasar Universal dari Finlandia?
Bendera Finlandia (Foto: DW SoftNews)
Helsinki -

Finlandia kembali ditetapkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Dalam laporan tahunan yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meski pandemi COVID-19 melanda, tidak ada dampak yang signifikan terhadap peringkat negara-negara paling bahagia di dunia, yang menempatkan Finlandia di urutan teratas selama empat tahun berturut-turut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/3/2021), para peneliti di balik World Happiness Report, yang kini memasuki tahun kesembilan, menggunakan data Gallup yang meminta orang-orang di 149 negara untuk menilai kebahagiaan mereka sendiri, juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti PDB, dukungan sosial, kebebasan pribadi, dan tingkat korupsi yang akan diberikan kepada setiap negara terkait skor kebahagiaan, yang rata-rata dalam tiga tahun terakhir.

Sekali lagi, tempat teratas didominasi oleh negara-negara Eropa - dengan Denmark di urutan kedua, diikuti oleh Swiss, Islandia, dan Belanda.

Selandia Baru, turun satu peringkat ke peringkat sembilan, menjadi satu-satunya negara non-Eropa yang masuk dalam sepuluh besar. Sementara itu, Jerman naik dari peringkat 17 ke 13, dan Prancis naik dua peringkat ke posisi 21.

Inggris, sementara itu, turun dari peringkat 13 ke 17, sementara AS turun satu peringkat ke posisi 19.

Negara-negara Afrika seperti Lesotho, Botswana, Rwanda, dan Zimbabwe berada di urutan terbawah, tetapi mengungguli Afghanistan yang digolongkan sebagai negara paling tidak bahagia di dunia tahun ini.

Para penulis juga membandingkan data tahun ini dengan rata-rata tahun sebelumnya untuk mengukur dampak pandemi, dan menemukan "frekuensi emosi negatif yang lebih tinggi secara signifikan" di lebih dari sepertiga negara.

"Tetapi emosi positif meningkat di 22 negara, dan yang mengejutkan, secara rata-rata, tidak ada penurunan kesejahteraan ketika diukur dengan evaluasi terhadap kehidupan mereka," kata John Helliwell, salah satu penyusun laporan tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Selanjutnya
Halaman
1 2