Round-Up

Pasokan Nuklir Inggris Ditambah Demi Jamin Keamanan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 04:45 WIB
People dine outside on a street in central London, Saturday, Oct. 31, 2020. Earlier Saturday British Prime Minister Boris Johnson announced England will start a monthlong lockdown next week. Johnson says the new measures will begin Thursday and last until Dec. 2. (AP Photo/Alberto Pezzali, Pool)
PM Inggris, Boris Johnson (Foto: AP/Alberto Pezzali)
London -

Pasokan nuklir Inggris ditambah untuk menanggapi ancaman global yang semakin meningkat. Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, mengungkapkan bahwa Inggris bisa meningkatkan persediaan hulu ledak nuklir hingga lebih dari 40 persen.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/3/2021), diketahui sebelumnya bahwa Inggris mengurangi pasokan senjata nuklirnya, dan pada tahun 2010, pemerintah Inggris menetapkan batasan 180 hulu ledak nuklir untuk pertengahan tahun 2020. Johnson mencabut batasan tersebut dan menyatakan jumlahnya sekarang akan meningkat menjadi angka maksimum, yakni 260 unit.

Johnson juga menyebut rencana menambah pasokan senjata nuklir itu dilakukan demi memastikan keamanan Inggris di tengah lingkungan global yang lebih berisiko dan meningkatnya ancaman teknologi baru.

Dari segi keamanan dan pertahanannya, Inggris mengatakan pihaknya menghadapi risiko dari negara-negara bersenjata nuklir, munculnya negara nuklir baru dan terorisme nuklir yang disponsori negara. Inggris menyebut penangkal nuklir diperlukan untuk menjamin keamanan wilayahnya dan sekutunya.

"Beberapa negara sekarang secara signifikan meningkatkan dan mendiversifikasi persenjataan nuklir mereka," sebut pemerintah Inggris dalam pernyataannya.

"Meningkatnya persaingan global, tantangan terhadap tatanan internasional dan perkembangan teknologi yang berpotensi mengganggu, semuanya menjadi ancaman bagi stabilitas strategis," imbuh pernyataan itu.

Kebijakan Johnson ini menuai pertanyaan di parlemen Inggris, dengan pemerintah menegaskan Inggris masih berkomitmen pada pengurangan senjata nuklir global.

Simak juga 'Inggris Sukses Vaksinasi Covid-19 untuk 25 Juta Lebih Warganya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2