Iran Sindir Tajam Inggris Tambah Nuklir: Munafik Total!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 16:59 WIB
Covid-19 di Inggris: Karantina kedua selama satu bulan, di tengah kasus lebih dari satu juta, PM Boris Johnson umumkan lockdown
Boris Johnson (dok. BBC World)
Teheran -

Iran menyindir rencana Inggris untuk menambah pasokan senjata nuklirnya. Inggris disebut munafik oleh Iran karena di satu sisi berniat menambah pasokan nuklir sendiri, namun di sisi lain menegur Iran soal program nuklirnya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/3/2021), Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam pernyataannya mengomentari rencana Inggris itu menyebut PM Boris Johnson munafik.

"Dalam kemunafikan total, @BorisJohnson 'khawatir soal Iran mengembangkan senjata nuklir'. Pada hari yang sama, dia mengumumkan negaranya akan meningkatkan pasokan nuklirnya," sebut Javad Zarif dalam komentar via Twitter.

"Tidak seperti Inggris, ... Iran meyakini nuklir dan seluruh WMD (senjata pemusnah massal) adalah barbar dan harus dibasmi," imbuhnya.

Dalam pernyataan pada Selasa (16/3) waktu setempat, Johnson mengumumkan rencana Inggris untuk menambah pasokan hulu ledak nuklir di tengah ancaman global yang semakin meningkat. Johnson mengungkapkan bahwa Inggris bisa meningkatkan persediaan hulu ledak nuklir hingga lebih dari 40 persen.

Diketahui bahwa Inggris sebelumnya mengurangi pasokan senjata nuklirnya, dan pada tahun 2010, pemerintah Inggris menetapkan batasan 180 hulu ledak nuklir untuk pertengahan tahun 2020.

Namun Johnson mencabut batasan tersebut dan menyatakan jumlahnya sekarang akan meningkat menjadi angka maksimum, yakni 260 unit.

Dalam tinjauan keamanan dan pertahanannya, Inggris mengatakan pihaknya menghadapi risiko dari negara-negara bersenjata nuklir, munculnya negara nuklir baru dan terorisme nuklir yang disponsori negara. Ditegaskan Inggris bahwa penangkal nuklir diperlukan untuk menjamin keamanan wilayahnya dan sekutunya.

(nvc/tor)