Doctor Ancam Bunuh Joe Biden, Lalu Serahkan Diri

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 11:10 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Washington DC -

Jaksa Agung negara bagian Michigan, Amerika Serikat mendakwa seorang pria atas kejahatan karena mengancam akan membunuh Presiden Joe Biden, Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi dan Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer.

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/3/2021) dalam sebuah pernyataan yang disampaikan Jaksa Agung Dana Nessel, Joshua Doctor (21) diketahui memposting sejumlah komentar bernada ancaman di sebuah platform media sosial iFunny pada Januari lalu.

Dalam postingan tersebut, Doctor mengatakan dia akan menggunakan senjata untuk menembak dan membunuh pejabat terpilih, yang dia klaim akan menjadi "katalis" untuk revolusi Amerika yang baru.

Dikatakan, smartphone milik Doctor memiliki sejumlah informasi tentang cara membuat bom dan di mana menemukan bahan yang diperlukan untuk meraciknya.

Doctor, yang menyerahkan dirinya pada hari Selasa (16/3), didakwa dengan ancaman tindakan terorisme dan menggunakan komputer untuk melakukan kejahatan, keduanya merupakan tindak pidana yang berpotensi hukuman 20 tahun penjara. Ia akan dihadirkan di hadapan hakim pada 8 April mendatang.

Pada akhir Januari lalu, Pemerintah AS mengeluarkan peringatan anti-terorisme yang difokuskan untuk pertama kalinya pada ancaman yang ditimbulkan oleh "ekstremis" terhadap kepresidenan Biden.

Dalam pidato pengukuhannya pada 20 Januari, Biden berjanji untuk mengalahkan kebangkitan ekstremisme politik, supremasi kulit putih dan terorisme domestik.

Dua minggu sebelumnya, pada 6 Januari, ratusan pendukung mantan presiden Donald Trump, termasuk anggota kelompok radikal, menyerang gedung Capitol AS di Washington dalam upaya untuk mencegah validasi hasil pemilihan presiden yang membuat Biden mengalahkan Trump.

Simak video 'Joe Biden Inginkan 4 Juli Jadi Hari Merdeka Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/tor)