Bangkit Lagi, Boeing Terima Puluhan Pesanan Pembelian 737 MAX

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 11:23 WIB
FILE - In this April 10, 2019, file photo a Boeing 737 MAX 8 airplane being built for India-based Jet Airways lands following a test flight at Boeing Field in Seattle. Boeing is reassuring airline industry leaders about the safety of the grounded 737 Max as it continues working to get the plane back in service. The aircraft maker invited about 30 union officials, safety experts and others to the Seattle area for two days of meetings with Boeing executives and factory tours. (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Ilustrasi Boeing 737 MAX (Foto: AP Photo/Ted S. Warren, File)
New York -

Boeing melaporkan bahwa pesanan pembelian pesawat komersial baru bulan lalu melebihi jumlah pembatalan untuk pertama kalinya sejak November 2019. Hal itu terjadi akibat adanya kontrak baru untuk Boeing jenis 737 MAX.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/3/2021) Boeing menerima 82 pesanan pembelian pesawat pada bulan Februari tahun ini, termasuk 39 pesanan untuk 737 MAX, yang kembali beroperasi pada akhir 2020 setelah dilarang terbang selama 20 bulan usai dua kecelakaan mematikan.

Menurut data di situs web resmi Boeing, ada 51 pembatalan pesanan pada Februari lalu, yang berarti lebih sedikit dibanding pesanan pembelian pesawat. Angka-angka tersebut menunjukkan kebangkitan sebagian dari salah satu periode paling buruk Boeing dalam lebih dari 100 tahun sejarahnya.

Di tengah larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX dan penurunan global dalam permintaan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, raksasa penerbangan itu mengalami 655 pembatalan atau konversi pesanan pesawat tahun lalu.

Otoritas Amerika Serikat (AS) telah mengizinkan Boeing 737 MAX untuk kembali beroperasi pada November 2020 lalu. Tercatat sebanyak 160 dari 195 regulator penerbangan di seluruh dunia telah mengikuti langkah AS tersebut. Sebanyak empat belas maskapai penerbangan telah mengintegrasikan kembali pesawat itu ke dalam jadwal mereka.

Boeing mengirimkan 22 pesawat pada bulan Februari lalu, termasuk 18 pesawat MAX.

Selanjutnya
Halaman
1 2