AS Tawarkan Perlindungan Sementara pada Ratusan Ribu Warga Venezuela

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 10:58 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
ilustrasi (Foto: AP/Alex Brandon)

Pemerintahan Biden menggarisbawahi bahwa 'pintu' tidak dibuka untuk para pendatang baru - hanya untuk mereka yang sudah ada di sini (AS), yang sekarang akan memenuhi syarat untuk tinggal selama 18 bulan ke depan.

Ini "karena kondisi sementara yang luar biasa di Venezuela" dan karena "tidak aman bagi warga Venezuela untuk kembali," kata pejabat senior pemerintah AS.

TPS memungkinkan orang yang melarikan diri dari kerusuhan atau bencana alam untuk tetap tinggal dan bekerja dalam waktu terbatas.

Mereka yang mengajukan permohonan akan menjalani pemeriksaan latar belakang dan mendapatkan kesempatan hingga 180 hari untuk memasukkan aplikasi mereka. Mereka harus memberikan bukti bahwa mereka ada di AS pada atau sebelum hari Senin (8/3) dan membayar biaya pendaftaran US$ 50 (Rp 721 ribu) dan biaya biometrik US$ 85 ( Rp 1,2 juta). Biaya tambahan US$ 410 (Rp 5,9 juta) diperlukan untuk izin kerja.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 34 persen dari 5,4 juta warga Venezuela yang telah meninggalkan negara itu sejak 2015 berada di Kolombia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan tetangganya tersebut.

Pemerintah Kolombia pada Senin (8/3) mengumumkan bahwa mereka memberikan status perlindungan kepada hampir satu juta migran tidak berdokumen dari negara tetangganya itu.

Halaman

(izt/ita)