Ledakan Terjadi di Kamp Militer Guinea, 15 Orang Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 01:51 WIB
Ilustrasi Kebakaran. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Guinea -

Setidaknya empat ledakan dahsyat menghantam sebuah kamp militer di Guinea Ekuatorial pada Minggu waktu setempat. Ledakan tersebut menimbulkan korban jiwa.

Dilansir AFP, Senin (8/3/2021) saluran televisi nasional setempat, TVGE menyiarkan rekaman bangunan yang hancur dan terbakar, orang-orang termasuk anak-anak dievakuasi dari puing-puing. Korban yang terluka terbaring di lantai rumah sakit. Belum ada laporan jumlah korban jiwa dalam ledakan ini.

Tayangan itu menunjukkan gambar asap hitam tebal, yang menurut TVGE berasal dari kamp militer Nkoa Ntoma di ibu kota ekonomi Bata. Ledakan pertama terjadi pada Minggu sore, televisi itu melaporkan.

"Kami mendengar ledakan dan kami melihat asap, tapi kami tidak tahu apa yang terjadi," kata seorang warga setempat, Teodoro Nguema, kepada AFP melalui telepon.

Ledakan itu kemungkinan berasal dari gudang senjata kamp. Hal itu disampaikan laporan seorang jurnalis TVGE.

Laporan jurnalis itu menjelaskan bahwa kamp Nkoa Ntoma menampung antara lain elemen pasukan khusus tentara dan gendarmerie paramiliter.

Guinea Ekuatorial telah diperintah oleh Presiden Teodoro Obiang Nguema yang berusia 78 tahun selama hampir 42 tahun.

Sebanyak 15 orang tewas dan 500 lainnya luka-luka setelah serangkaian ledakan dahsyat itu. Presiden Teodoro Obiang Nguema menuding tentara "lalai" atas ledakan itu.

Ledakan itu disebabkan oleh "kecelakaan karena kelalaian unit yang bertugas menyimpan bahan peledak, dinamit dan amunisi", kata Obiang Nguema dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah.

Putranya, Teodoro Nguema Obiang Mangue, wakil presiden yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan, muncul dalam rekaman televisi di tempat kejadian untuk memeriksa kerusakan, dia ditemani oleh pengawalnya dari Israel.

Teodorin, begitu ia dikenal, semakin dipandang sebagai penerus yang ditunjuk oleh presiden.

Bata adalah kota terbesar di negara kaya minyak dan gas itu, dengan sekitar 800.000 dari 1,4 juta penduduk tinggal di sana yang kebanyakan dari mereka dalam kemiskinan.

Meskipun terletak di daratan utama, ibu kota Malabo berada di Bioko, salah satu pulau di negara tersebut di lepas pantai Afrika barat.

(lir/lir)