Cegah Pengungsi Myanmar Masuk, India Tingkatkan Patroli Perbatasan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 11:05 WIB
Police run while holding shields as they attempt to disperse protesters taking part in a demonstration against the military coup in Yangon on February 27, 2021. (Photo by Ye Aung THU / AFP)
polisi Myanmar kabur ke India di tengah maraknya aksi demo (Foto: AFP/YE AUNG THU)
Jakarta -

Pasukan keamanan India meningkatkan patroli di perbatasan dengan Myanmar untuk menghentikan para pengungsi masuk. Ini dilakukan setelah beberapa polisi Myanmar menyeberang ke India untuk melarikan diri karena tidak mau mematuhi perintah dari junta militer di sana.

"Sampai sekarang, kami tidak mengizinkan siapa pun masuk," kata Maria Zuali, pejabat senior pemerintah India di distrik Champhai negara bagian Mizoram, kepada Reuters melalui telepon.

Langkah itu menyusul pembelotan di perbatasan oleh beberapa perwira polisi Myanmar berpangkat rendah, yang tidak mau mematuhi perintah untuk menindas aksi-aksi demonstrasi antikudeta.

Militer Myanmar menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis pada 1 Februari, memicu aksi-aksi protes nasional yang telah menewaskan lebih dari 50 orang.

Zauli mengatakan seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (6/3/2021), para tentara dan polisi India berpatroli di perbatasan pada hari Jumat (5/3) waktu setempat.

Di distrik tetangga Serchhip, pejabat senior Kumar Abhishek mengatakan delapan orang, termasuk seorang wanita dan seorang anak, telah melintasi perbatasan dan sedang ditangani.

"Kami mengantisipasi bahwa beberapa lagi mungkin akan datang," katanya.

Dikatakannya, pihak berwenang sedang membuat persiapan untuk menampung antara 30 dan 40 orang.

Ditanya tentang penyeberangan sejumlah polisi Myanmar ke India untuk meminta perlindungan, Anurag Srivastava, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya sedang memastikan fakta.

Secara keseluruhan, sekitar 30 polisi Myanmar dan anggota keluarga mereka telah menyeberang ke India dalam beberapa hari terakhir, kata seorang pejabat senior polisi di Mizoram, termasuk beberapa orang yang datang semalam.

Pejabat tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan orang-orang menyelinap masuk meskipun ada patroli intensif oleh tentara India di sepanjang perbatasan.

"Orang-orang datang dari rute yang berbeda," kata pejabat itu.

Simak juga 'Kamboja Dapat Pasokan Vaksin Covid-19 dari India':

[Gambas:Video 20detik]



Seorang pejabat keamanan federal India mengatakan bahwa polisi-polisi Myanmar yang menyeberang mengatakan mereka tidak ingin melaksanakan perintah dari militer untuk memberantas aksi demo.

"Mereka menuduh ada pelanggaran hak asasi manusia dan mereka diminta untuk menembak warga sipil," kata pejabat itu, yang juga tidak mau disebutkan namanya.

Masuknya para pencari suaka ini, terutama polisi, membuat India dalam kebingungan karena hubungan dekat New Delhi dengan militer Myanmar, yang dikenal sebagai Tatmadaw.

Selama dua tahun terakhir, Tatmadaw telah meningkatkan operasi atas permintaan India untuk mengusir pemberontak di sepanjang perbatasan timur laut. India, pada bagiannya, memberikan Myanmar kapal selam pertamanya tahun lalu.

"Ini situasi yang sedikit sulit bagi India karena keseimbangan diplomatik sangat penting," kata pejabat itu.

(ita/ita)