Malaysia Deteksi 2 Kasus Varian Baru Corona B1525

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 16:40 WIB
Otoritas Malaysia melaporkan 432 kasus COVID-19 baru pada hari Senin (5/10/2020). Angka ini adalah lonjakan kasus infeksi harian terbesar di negara itu.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Kuala Lumpur -

Otoritas Malaysia mendeteksi dua kasus varian baru virus Corona (COVID-19) yang lebih mudah menular dan resisten pada antibodi. Dua kasus varian baru Corona ini ditemukan pada orang-orang yang baru tiba dari Uni Emirat Arab (UEA).

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/3/2021), Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, dalam pernyataannya mengumumkan bahwa varian baru Corona, yang dikenal sebagai B1525 itu, terdeteksi pada dua orang yang baru pulang bepergian ke Dubai, UEA.

Noor Hisham menuturkan bahwa analisis tes Corona pada dua orang itu mengindikasikan keberadaan mutasi Corona, termasuk E484K dan rangkaian penghilangan protein serupa yang terlihat dalam varian baru Corona yang pertama terdeteksi di Inggris.

"Mutasi protein spike E484K sangat mengkhawatirkan karena mutasi ini dilaporkan menghindari sistem imunitas," sebutnya.

Otoritas kesehatan Inggris dan beberapa negara lainnya menyebut mutasi E484K bisa berpotensi mengurangi efektivitas vaksin Corona.

Varian B1525 juga terdeteksi di Inggris, Nigeria, Denmark dan Kanada.

Pada Jumat (5/3) waktu setempat, otoritas Malaysia melonggarkan pembatasan pergerakan di ibu kota Kuala Lumpur dan beberapa negara bagian lainnya, sekitar 9 hari setelah memulai program vaksinasi Corona secara nasional.

Sejauh ini, lebih dari 300 ribu kasus Corona tercatat di wilayah Malaysia, dengan 1.153 kematian.

(nvc/ita)