China Rilis Rekaman Latihan Pendaratan Militer di Laut China Selatan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 14:49 WIB
An aerial view of Qilianyu islands in the Paracel chain, which China considers part of Hainan province on August 10, 2018. (Photo by - / AFP) / China OUT
Kepulauan Paracel di Laut China Selatan (Foto: AFP)
Beijing -

Ketegangan di wilayah Laut China Selatan kian meningkat setelah China baru saja merilis rekaman militer mengejutkan. Diketahui militer China melakukan latihan pendaratan di wilayah sengketa itu.

Dirilisnya rekaman itu terjadi hanya beberapa hari setelah operasi pengintaian Amerika Serikat (AS) dan latihan Taiwan mensimulasikan serangan China di wilayah terumbu karang itu.

"Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengerahkan angkatan laut, angkatan darat dan korps marinir serta pasukan angkatan udara untuk mengambil bagian dalam simulasi perang di sekitar Pulau Triton, di Kepulauan Paracel, untuk mengeksplorasi taktik dan metode perang gabungan," demikian dilaporkan stasiun penyiaran CCTV pemerintah China, pada Rabu (3/3).

Seperti dilansir South China Morning Post, Jumat (5/3/2021) Kepulauan Paracel juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. Kapal Angkatan Laut AS sering melakukan operasi 'kebebasan navigasi' di wilayah tersebut, yang terbaru terjadi bulan lalu.

Laporan CCTV menunjukkan beberapa kapal pendarat Tipe 726 'Wild Horse' berlayar keluar dari kapal amfibi Tipe 071. Kapal-kapal itu bergegas ke pantai, masing-masing dengan tank tempur Tipe 96A dan dilengkapi tentara korps marinir bersenjata lengkap.

Kapal perusak berpeluru kendali Tipe 052D, fregat berpeluru kendali Tipe 054A dan kapal pendukung menjaga lepas pantai, sementara pesawat tempur Su-30MKK dan pembom H-6K menyediakan perlindungan udara.

Dalam latihan itu, terlihat pasukan korps marinir PLA mendarat dari kapal dan helikopter. Kemudian mereka menghadapi perlawanan dengan tembakan sebelum tim tank tentara mengirimkan kendaraan ke depan dan menghancurkan bunker musuh.

Laporan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik waktu pelaksanaannya. Namun, latihan itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Ini dilakukan setelah PLA memulai latihan militer selama sebulan di Laut China Selatan pada hari Senin (1/3), pada saat AS meningkatkan operasi pengintaian.

Menurut laporan TV dan pernyataan PLA, Armada Angkatan Laut juga mempraktikkan sejumlah latihan seperti, pertahanan udara, operasi anti-rudal, dan latihan lepas landas serta pendaratan helikopter di malam hari.

Selanjutnya
Halaman
1 2