China Bangun Pangkalan Militer Besar-besaran di Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 14:21 WIB
A satellite image of Mischief Reef taken on November 15. AMTI says two of the four structures have been completed, with covers already placed over the systems installed there. (CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe)
Ilustrasi -- Mischief Reef (dok. CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe)
Manila -

Sejumlah citra satelit terbaru menunjukkan China sedang membangun 'pangkalan militer besar-besaran' di dalam pulau-pulau buatan kontroversial yang dibangun di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Seperti dilansir news.com.au, Senin (22/2/2021), laporan terbaru perusahaan software geospasial, Simularity, yang didasarkan pada citra-citra satelit mengungkapkan objek yang diduga infrastruktur untuk radar, antena dan apa yang diyakini mengarah pada sebuah pangkalan militer di Mischief Reef.

Mischief Reef yang diklasifikasikan sebagai atol -- pulau karang berbentuk lingkaran dengan di bagian tengah terdapat danau atau laguna -- diketahui terletak di perairan berjarak 250 kilometer dari wilayah Filipina. Daratan itu telah diduduki dan dikuasai China sejak tahun 1995 lalu.

Citra satelit itu menunjukkan aktivitas pembangunan pangkalan militer China di tujuh area yang ada di Mischief Reef antara Mei 2020 hingga Februari 2021.

Salah satu citra satelit tertanggal 7 Mei 2020 jelas menunjukkan sebidang tanah kosong, yang kini ditempati struktur berbentuk silinder dengan lebar 16 meter, yang diklaim oleh Simularity sebagai 'dugaan struktur pemasangan antena'.

Citra satelit lainnya juga menunjukkan struktur beton dengan kubah bulat -- penutup tahan cuaca yang biasa digunakan untuk melindungi antena radar -- di dekatnya. Laporan Simularity menyebut bahwa ini 'diduga sebagai struktur radar yang sudah selesai'.

Area lainnya di Mischief Reef disebut masih dalam tahap pembangunan atau telah 'dibersihkan' untuk pembangunan lebih lanjut.

Direktur Institut Urusan Maritim dan Hukum Laut pada Universitas Filipina, Dr Jay Batongbacal, menyebut infrastruktur baru itu menunjukkan bahwa China memperkuat posisinya.

Simak video 'Konfirmasi 4 Tentara China Tewas dalam Insiden di Perbatasan India':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2