Mengerikan! 64 Politisi Dibunuh Jelang Pemilu di Meksiko

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 10:40 WIB
Penembakan Brutal Terjadi di Meksiko, 24 Orang Tewas
Militer berjaga-jaga akibat ancaman pembunuhan jelang pemilu di Meksiko (Foto: Associated Press)
Meksiko -

Meksiko tengah menghadapi gelombang kekerasan bermotif politik, tiga bulan menjelang pemilihan umum (pemilu). Menurut pemerintah, dalam enam bulan terakhir setidaknya 64 politisi Meksiko telah dibunuh.

Para politisi di negara Amerika Latin itu, terutama di tingkat lokal, sering menjadi korban pertumpahan darah terkait korupsi dan perdagangan narkoba bernilai miliaran dolar.

Menjelang pemungutan suara nasional, regional hingga lokal pada 6 Juni mendatang, pemerintah Meksiko mengatakan akan meningkatkan keamanan bagi para kandidat.

"Kejahatan kerah putih dan terorganisir memiliki beragam tindakan untuk mempengaruhi pemilihan ini, melalui strategi keterlibatan atau tekanan kekerasan," kata Menteri Keamanan Meksiko, Rosa Icela Rodriguez, seperti dilansir AFP, Jumat (5/3/2021).

Rodriguez mengatakan bahwa 73 kasus kekerasan politik telah tercatat antara September 2020 hingga Februari 2021, termasuk terjadinya 64 pembunuhan di Meksiko.

"Kami bekerja untuk mengendalikan peningkatan kejahatan ini karena organisasi-organisasi kriminal berusaha untuk memperkuat operasi mereka melalui intimidasi dan meningkatkan pengaruh politik mereka," kata Rodriguez kepada wartawan.

Sejumlah kejahatan yang menargetkan politisi antara lain seperti pembunuhan, penculikan, ancaman terhadap kerabat, serangan pembakaran rumah dan pemerasan.

Sebelumnya pada bulan November 2020, wali kota di negara bagian Veracruz, Meksiko timur, Florisel Rios dilaporkan diculik dan dibunuh.

Simak juga 'Pandemi di Meksiko, Ribuan Orang Jadi PSK Gegara Kelaparan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2