Presiden Meksiko Bakal Minta Pasokan Vaksin Corona ke Joe Biden

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 05:42 WIB
Mexican President Andres Manuel Lopez Obrador gestures as he speaks during a press conference at the Palacio Nacional in Mexico City on July 10, 2019. - Arturo Herrera replaced Carlos Urzua as Mexican Secretary of Finance, after he resigned on July 9, 2019 citing discrepancies with Lopez Obradors government. (Photo by ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden Meksiko Lopez Obrador (Foto: ALFREDO ESTRELLA/AFP)
Kota Meksiko -

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador akan meminta ke Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, berbagi pasokan vaksin Corona. Otoritas Amerika Serikat mempertimbangkan hal tersebut.

Dilansir Reuters, Lopez Obrador menjadi salah satu pemimpin negara paling vokal mendesak negara-negara maju untuk mempermudah negara-negara miskin mengakses vaksin Corona. Menurutnya, sistem distribusi vaksin Corona tidak adil.

Seorang pejabat Pemerintah Meksiko mengatakan Lopez Obrador akan meminta pinjaman pasokan vaksin ke AS. Menurut media lokal, Meksiko Proceso, menyebutkan Lopez Obrador sempat menelpon Joe Biden beberapa hari setelah hari pelantikan dan membahas mengenai vaksin Corona.

Gedung Putih pun tak menampik adanya rencana tersebut. Presiden Amerika Joe Biden disebut akan terbuka membahas mengenai permasalahan vaksin Corona. Namun, warga Amerika Serikat tetap menjadi prioritas nomor satu bagi Joe Biden untuk divaksin.

"Kami sangat berharap hal itu akan terjadi," kata seorang pejabat Gedung Putih ketika ditanya apakah Lopez Obrador kemungkinan akan mengajukan permintaan untuk vaksin ke Joe Biden.

President Joe Biden speaks at the Pentagon, February 10, 2021, in Washington, DC. - Harris and Biden are visiting the Pentagon for the first time since taking office. (Photo by Alex Brandon / POOL / AFP)Joe Biden (Foto: AFP/ALEX BRANDON)

Meksiko memiliki hubungan yang renggang dengan pendahulu Biden, Donald Trump. Joe Biden sendiri berjanji akan mengakhiri kebijakan era Trump yang mana akan menutup akses para pencari suaka yang berasal dari Meksiko di Amerika Serikat.

"Setelah kami benar-benar mengendalikan pandemi, pemulihan ekonomi adalah di mana kami pada akhirnya harus membuka perbatasan kami," kata pejabat Amerika Serikat itu.

"Tapi kita tidak bisa membuka perbatasan kita jika Kanada dan Meksiko belum menangani pandemi dengan cara yang sama. Jadi, kolaborasi dengan Meksiko adalah prioritas utama," jelas pejabat tersebut.

Program vaksinasi di Meksiko tertunda karena pengiriman vaksin Pfizer yang terlambat. Kini, Meksiko tengah berusaha mendapatkan vaksin Sputnik V Rusia dan Sinovac China.

Diketahui, Meksiko mencatat ada 185.000 kasus kematian akibat COVID-19 dan lebih dari 2 juta kasus positif virus Corona.

Simak video 'Baru Sembuh dari Covid-19, Presiden Meksiko Ogah-ogahan Pakai Masker':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)