Round Up

Murka Publik Korsel saat Tentara Transgender Ditemukan Meregang Nyawa

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 21:39 WIB
This photo taken in January 2020 shows late transgender South Korean soldier Byun Hee-soo at a press conference in Seoul. - Byun, who was forcibly discharged from the army after her operation, has been found dead, police said, prompting anger March 4, 2021 and calls for legal reforms. (Photo by STRINGER / YONHAP / AFP) / - South Korea OUT / NO ARCHIVES -  RESTRICTED TO SUBSCRIPTION USE
Byun Hee-soo (STRINGER/YONHAP/AFP)
Jakarta -

Publik Korea Selatan (Korsel) digemparkan oleh kematian seorang tentara transgender. Tentara transgender ini ditemukan tewas di rumahnya, usai diberhentikan paksa dari militer setelah menjalani operasi kelamin.

Kematian tentara transgender ini memicu kemarahan publik Korsel dan memicu seruan reformasi hukum di negara tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/3/2021), petugas pemadam kebakaran setempat menemukan Byun Hee-Soo sudah tidak bernyawa di rumahnya yang ada di Cheongju, pada Rabu (3/3) waktu setempat. Temuan itu terjadi setelah seorang konselor kesehatan mental, yang menangani Byun, memanggil layanan darurat untuk melaporkan bahwa Byun tidak terdengar kabarnya selama beberapa hari.

Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa sang konselor menyebut Byun tidak bisa dihubungi sejak 28 Februari lalu.

Korsel diketahui sangat konservatif soal masalah identitas seksual dan kurang toleran terhadap hak-hak LGBT. Byun yang berpangkat terakhir Sersan Kepala dan berusia 23 tahun ini, bergabung dengan Angkatan Darat Korsel secara sukarela tahun 2017. Pada tahun 2019, dia menjalani operasi ganti kelamin di Thailand -- dari laki-laki menjadi perempuan.

Kementerian Pertahanan Korsel mengklasifikasikan hilangnya alat kelamin laki-laki sebagai cacat mental atau fisik. Tahun lalu, panel militer Korsel memutuskan Byun akan diberhentikan secara paksa.

Usai putusan itu, Byun mengabaikan anonimitasnya untuk tampil dalam konferensi pers dan memohon agar diizinkan tetap mengabdi pada militer. "Saya seorang tentara Republik Korea," teriaknya sambil terisak saat itu. Dengan memakai seragamnya, dia memberi hormat kepada wartawan dan jurnalis foto yang meliput dirinya.

Dia menuturkan bahwa mengabdi pada militer telah menjadi mimpinya sejak kecil, namun dia mengaku mengalami depresi akibat disforia gender yang dirasakannya, sehingga dia terdorong melakukan operasi kelamin.

Kepolisian Korsel mengonfirmasi kematian Byun kepada AFP dan menyatakan pihaknya sedang menyelidikinya lebih lanjut. Laporan media lokal menyebut tidak ada catatan yang ditemukan, namun kematiannya diselidiki sebagai bunuh diri.

Kantor berita Yonhap menyebut klinik kesehatan mental setempat mengungkapkan bahwa Byun pernah mencoba mengakhiri nyawanya sekitar tiga bulan lalu.

Kematian Byun memicu duka bagi publik Korsel. Seruan pun semakin meluas agar parlemen Korsel meloloskan rancangan undang-undang (RUU) anti-diskriminasi.

"Seluruh masyarakat Korea memikul tanggung jawab atas kematiannya," demikian bunyi salah satu komentar pada portal web terbesar kedua di Korsel, Daum.

"Orang-orang yang mengejeknya dan membuat komentar online yang jahat karena dia transgender, saya ingin Anda merenungkan apa yang Anda lakukan terhadapnya," imbuh komentar tersebut.

Lihat Video: Pernyataan Lengkap Agensi Terkait Kematian Song Yoo Jung

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2