YouTuber 12 Tahun di AS Jadi Tersangka Ancaman Teror ke Bandara Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 16:16 WIB
Ilustrasi bendera Korea Selatan
Ilustrasi
Seoul -

Seorang YouTuber berusia 12 tahun yang tinggal di Amerika Serikat (AS) ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ancaman teror terhadap Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan (Korsel). Ancaman via video YouTube itu menyebut adanya rencana serangan di Incheon pada hari libur nasional pekan depan.

Seperti dilansir kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, Sabtu (27/2/2021), bocah laki-laki berusia 12 tahun itu diketahui lahir di Korsel namun menetap di AS.

Korps Kepolisian Bandara Internasional Incheon dalam pernyataannya menyatakan bocah 12 tahun itu diduga mengunggah video YouTube yang isinya memperingatkan soal serangan di Bandara Incheon, sebelah barat Seoul, pukul 11.00 waktu setempat, pada 1 Maret mendatang saat peringatan Hari Gerakan Kemerdekaan.

Video berdurasi 10 detik itu, yang diunggah pada Minggu (21/2) waktu setempat, telah diubah kontennya menjadi pesan bahwa Osama bin Laden, mendiang pemimpin Al-Qaeda, tidak seharusnya disalahkan.

Pihak kepolisian bandara melakukan penyelidikan terhadap konten online itu setelah mendapat informasi pada Selasa (23/2) waktu setempat. Dengan kerja sama pihak Google, induk perusahaan YouTube, Kepolisian Bandara Incheon mengonfirmasi bahwa video itu diunggah di wilayah AS dan melacak tersangka berdasarkan riwayat login-nya.

Para penyidik menyatakan pihaknya telah menutup channel YouTube milik bocah itu dan mempertimbangkan untuk mendakwanya atas pelanggaran Undang-undang Keamanan Penerbangan.

Kepolisian menyatakan pihaknya akan meningkatkan pengamanan di Bandara Incheon sebagai pencegahan, meskipun kemungkinan serangan teroris sangat kecil. "Tampaknya sulit mencari cara untuk menanyai YouTuber yang mengunggah video itu setelah mendapat kerja sama dari otoritas asing," sebut kepolisian setempat.

(nvc/idh)