Kasihan, Sapi Bunting di India Telan 71 Kg Sampah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 19:35 WIB
Sapi di India
Ilustrasi (dok. AFP/MONEY SHARMA)
New Delhi -

Sejumlah dokter hewan di India mengeluarkan 71 kilogram sampah dari dalam perut seekor sapi liar yang sedang hamil. Namun, dalam proses pembedahan untuk mengeluarkan sampah-sampah tersebut, baik si induk sapi maupun anaknya mati.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/3/2021), berbagai sampah mulai dari sampah plastik hingga paku berhasil dikeluarkan dari dalam perut sapi betina di India tersebut. Kasus ini menyoroti persoalan ganda yang dihadapi India, yakni polusi dan ternak liar.

Diperkirakan sekitar 5 juta ekor sapi bebas berkeliaran di kota-kota India, dengan sebagian besar sapi-sapi liar itu makan dari tumpukan sampah yang dibuang begitu saja di jalanan.

Sapi bunting ini awalnya diselamatkan oleh kelompok aktivis hewan, People For Animals Trust Faridabad, setelah mengalami kecelakaan di jalanan pada akhir Februari lalu. Seorang dokter hewan yang melakukan pemeriksaan segera menyadari bahwa sapi betina itu sedang hamil dan berjuang keras.

Dalam operasi selama empat jam pada 21 Februari lalu, tim dokter hewan setempat menemukan paku-paku, plastik, kelereng dan sampah-sampah lainnya di dalam perut sapi betina itu. Tim dokter hewan juga berupaya melakukan persalinan prematur untuk induk sapi itu.

"Si bayi (sapi) tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh dalam perut induknya jadi dia mati," tutur Presiden People For Animals Trust Faridabad, Ravi Dubay.

Tiga hari kemudian, si induk sapi juga mati.

"Selama 13 tahun pengalaman saya, ini adalah sampah terbanyak yang kami ambil dari seekor sapi... kami harus menggunakan kekuatan otot untuk mengeluarkan semuanya," ucap Dubay.

Operasi-operasi sebelumnya yang dilakukan kelompok yang berbasis di Haryana ini telah menemukan hingga 50 kilogram sampah di dalam perut sapi-sapi.

"Sapi itu sangat suci bagi kami, tapi tidak ada yang peduli dengan kehidupan sapi-sapi. Di setiap sudut di setiap kota, sapi-sapi memakan sampah," imbuh Dubay.

Secara terpisah, Wakil Presiden Karuna Society for Animals & Nature di Andhra Pradesh, Romula D'Silva, menuturkan bahwa persoalan sapi pemakan sampah ada di 'setiap kota di India, besar atau kecil'.

"Di mana pun ada sapi di jalanan, Anda bisa meyakini sapi itu penuh dengan plastik. Hati saya hancur karena sapi-sapi itu bisa mengalami kematian yang sangat menyakitkan," ucapnya kepada AFP.

Tidak ada data resmi soal jumlah sapi yang mati setiap tahunnya akibat memakan sampah plastik. Namun tahun 2017, laporan media lokal Times of India yang mengutip para dokter hewan dan kelompok aktivis hewan memperkirakan sekitar 1.000 ekor sapi mati setiap tahunnya di kota Lucknow akibat memakan plastik.

(nvc/ita)