Kekerasan Meningkat, Singapura Imbau Warganya Tinggalkan Myanmar

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 19:01 WIB
Hari paling berdarah di Myanmar, paling tidak 38 orang meninggal, aparat gunakan peluru tajam, kata PBB
Unjuk rasa antikudeta di Myanmar semakin sarat kekerasan dan korban jiwa terus bertambah (dok. BBC World)
Singapura -

Otoritas Singapura mengimbau setiap warga negaranya yang ada di Myanmar untuk mempertimbangkan meninggalkan negara itu secepatnya. Imbauan itu dirilis saat aksi kekerasan meningkat dalam unjuk rasa memprotes kudeta dan jumlah korban jiwa dari kalangan sipil semakin bertambah.

"Warga Singapura yang saat ini berada di Myanmar harus... mempertimbangkan untuk pergi sesegera mungkin dengan cara komersial saat masih memungkinkan untuk melakukan hal itu," demikian imbauan Kementerian Luar Negeri Singapura, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/2/2021).

Dalam imbauannya, Kementerian Luar Negeri Singapura juga menyarankan warganya untuk menunda semua perjalanan ke Myanmar untuk sementara waktu.

Singapura diketahui menjadi investor asing terbesar di Myanmar dalam beberapa tahun terakhir. Bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Singapura menyebut ada sekitar 500 warga Singapura yang berada di Myanmar.

Pada Rabu (3/3) waktu setempat, Myanmar mengalami hari paling berdarah setelah kudeta militer terjadi pada 1 Februari lalu. Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut sedikitnya 38 orang tewas dalam berbagai unjuk rasa di Myanmar sepanjang Rabu (3/3) waktu setempat.

Secara keseluruhan, menurut Utusan PBB untuk Myanmar, Christine Shcraner Burgener, sudah lebih dari 50 orang tewas dalam unjuk rasa antikudeta yang meluas di negara itu.

Sejak kudeta militer dilancarkan militer pada 1 Februari lalu, protes besar memang terus berlanjut untuk menentang pemerintahan juta militer dan menuntut dibebaskannya pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi, yang kini ditahan di lokasi yang dirahasiakan.

Simak Video: Myanmar Semakin Berdarah, Korban Tewas Terus Bertambah

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2