Hong Kong Selidiki Kematian Pria 63 Tahun 2 Hari Usai Vaksinasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 19:52 WIB
Hong Kong mulai melakukan tes virus Corona secara massal pada warganya. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membasmi gelombang ketiga Corona.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Hong Kong -

Seorang pria yang sakit kronis di Hong Kong, meninggal dunia sekitar dua hari usai disuntik vaksin virus Corona (COVID-19). Namun otoritas Hong Kong menyatakan terlalu dini untuk menyimpulkan apakah vaksin itu berkaitan dengan kematiannya.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (3/3/2021), kematian pria yang tidak disebut identitasnya ini terjadi kurang dari sepekan setelah Hong Kong memulai program vaksinasi untuk kelompok prioritas dan berisiko tinggi tertular Corona.

Pria berusia 63 tahun itu disuntik vaksin Corona pada 26 Februari lalu di sebuah pusat vaksinasi yang ditetapkan pemerintah Hong Kong. Dia mengalami sesak napas sekitar dua hari kemudian, atau pada 28 Februari.

Pria itu kemudian dirawat di rumah sakit setempat, tapi akhirnya meninggal dunia pada hari yang sama. Demikian pernyataan otoritas kesehatan Hong Kong pada Selasa (2/3) malam waktu setempat.

Meskipun pernyataan otoritas Hong Kong tidak menyebut secara spesifik jenis vaksin Corona yang digunakan pria itu, diketahui bahwa program vaksinasi di Hong Kong saat ini hanya menggunakan vaksin buatan perusahaan biofarmasi China, Sinovac Biotech.

Otoritas kesehatan Hong Kong menyatakan bahwa kematian pria itu tengah diselidiki lebih lanjut.

"Pada saat ini, hubungan kausal dengan vaksinasi belum bisa dipastikan," demikian pernyataan otoritas kesehatan Hong Kong.

Selanjutnya
Halaman
1 2