Aktivis Thailand Ditangkap Atas Tuduhan Bakar Foto Raja

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 14:15 WIB
Hundreds of pro-democracy protesters march demanding the release of pro-democracy activists in Bangkok, Thailand, Wednesday, Feb. 10, 2021. Protesters demanded the government to step down, the constitution to be amended to make it more democratic and the monarchy be more accountable. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Ilustrasi (Foto: AP/Sakchai Lalit)
Bangkok -

Seorang aktivis anti-pemerintah ditangkap oleh polisi Thailand pada Rabu (3/3) waktu setempat. Penangkapan dilakukan lantaran aktivis itu dituduh melakukan pembakaran foto Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021), aktivis dan musisi bernama Chaiamorn "Ammy" Kaewwiboonpan (32) ditangkap di Provinsi Ayutthaya atas tuduhan pembakaran foto Raja Thailand di depan penjara Bangkok pada hari Minggu (28/2). Diketahui penjara tersebut menjadi loaski empat aktivis terkemuka lainnya ditahan.

Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan orang ditahan atas tuduhan menghina Kerajaan Thailand.

Chaiamorn didakwa atas hukum lese majeste dengan ancaman hukuman maksimum hingga 15 tahun penjara jika terbukti bersalah atas pembakaran dan pelanggaran terhadap properti pemerintah.

"Kita memiliki saksi dan bukti forensik," kata Kepala Kepolisian Bangkok, Pakapong Pongpetra, dalam konferensi pers. Ia menambahkan Chaiamorn bukan satu-satunya orang yang dicurigai terlibat.

Sementara itu, Chaiamorn dikabarkan sedang menerima perawatan medis di rumah sakit karena cedera. Namun polisi menegaskan perawatan itu tidak terkait dengan penangkapannya.

Pengacaranya, Sasinan Thamnithinan, mengatakan dirinya akan diperbolehkan bertemu kliennya saat polisi meminta keterangan terkait kasus yang menjerat Chaiamorn.

Sekitar 61 orang telah didakwa dengan lese majeste, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh kelompok bantuan hukum Pengacara Hak Asasi Manusia Thailand.

Lihat juga video 'Pedemo di Thailand Bentrok dengan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]