Massa Unjuk Rasa di Kediaman PM Thailand, Polisi Tembak Gas Air Mata

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 00:53 WIB
Massa aktivis demokrasi melakukan aksi dan berbaris di markas besar polisi Thailand di Bangkok. Massa melempari dinding kantor polisi dengan cat berwarna cerah.
Ilustrasi polisi Thailand (Foto: AP Photo)
Bangkok -

Massa melakukan unjuk rasa di luar kediaman Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha. Polisi menembakkan peluru karet serta gas air mata untuk membubarkan massa.

Dilansir AFP, unjuk rasa itu diinisiasi oleh sejumlah pemuda Thailand yang menyerukan pengunduran diri Prayut Chan-O-Cha. Massa menilai Prayut Chan-O-Cha telah kehilangan semangat dalam mengendalikan virus Corona.

Diperkirakan ada 2.000 demonstran yang terlibat. Massa melakukan long march dari Monumen Kemenangan di persimpangan Kota Bangkok menuju kediaman Prayut.

Pengunjuk rasa serempak mengenakan topi serta membawa bendera berwarna merah. Massa semakin tak terkendali dan menerobos kawat berduri yang dipasang polisi. Bentrokan pun tak terelakkan.

Sejumlah demonstran terlihat mendorong polisi. Sementara, polisi membalas dengan menembakkan gas air mata.

"Mereka sedang mempersiapkan segalanya, perisai, tongkat, air dengan beberapa bahan kimia dan peluru karet," kata seorang pengunjuk rasa kepada salah satu media Thailand seperti dilansir AFP, Minggu (28/2/2021).

Hundreds of pro-democracy protesters march demanding the release of pro-democracy activists in Bangkok, Thailand, Wednesday, Feb. 10, 2021. Protesters demanded the government to step down, the constitution to be amended to make it more democratic and the monarchy be more accountable. (AP Photo/Sakchai Lalit)Demonstrasi di Thailand (Foto: AP/Sakchai Lalit)

Aparat kepolisian mengerahkan truk water canon. Air disemprotkan ke arah massa. Pengunjuk rasa pun kocar-kacir. Gas air mata terus ditembakkan oleh polisi.

Massa berteriak meminta air untuk membasuh muka. Meski begitu, massa tetap bertahan di lokasi unjuk rasa.

Setelahnya polisi menembakkan peluru karet. Hal ini sesuai dengan kesaksian jurnalis AFP di lapangan.

"Tidak terlalu sakit," kata seorang pengunjuk rasa kepada media Thailand sambil menunjukkan bekas terjangan peluru karet di lengannya.

Beberapa demonstran melempar botol kaca dan batu bata ke arah polisi. Sementara lainnya bersembunyi di pom bensin terdekat.

Seorang dokter dari Pusat Medis Darurat Thailand, Erawan, mengatakan 16 pengunjuk rasa terluka. Dari informasi yang beredar, 2 demonstran ditangkap. Namun, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian.

Saksikan juga 'Thailand Blokir Perbatasannya dengan Myanmar, Menyusul Kudeta Militer':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)